Lewat "Generasi Y" Kunto Bangkit dan Unjuk Gigi

Dari jajaran penyanyi pendatang, nama Kunto Aji saat ini cukup dikenal. Usai melepas single  "Terlalu Lama Sendiri" pada tahun 2014, pria kelahiran Yogyakarta ini bergerak cepat dengan kemudian merilis album akhir tahun 2015.

Album yang diberi titel "Generation Y" menjadi pembuktian keseriusan Kunto Aji menyusuri dunia musik Indonesia. Album yang konon laris hingga 1000 copy ini berisi 10 lagu ;Suara, Akhir Bulan, Buka Buka Buka, Ekspektasi, Amatiran, Terlalu, Lama Sendiri, Mercusuar, Gema, Pengingat (ft. Barry Likumahuwa)

Apa uniknya album Kunto Aji ini? Yang pasti, hampir seluruh materinya berkarakter dan "bercirikan" Kunto Aji banget. Namun, yang menarik bagi penulis adalah bagaimana cara Kunto Aji menuliskan liriknya. Kombinasi formal dan bahasa gaul tercampur didalamnya,  Misalkan dalam lirik "Akhir Bulan". Juga saat Kunto Aji menuliskan lagu cinta berjudul "ekspektasi", dia juga cukup ekspresif saat menyanyikan. Apakah ada ini pengalaman pribadinya, penulis kurang mengetahuinya. Simak saja; sakit hatiku oooh/ sakit ../ melihatmu dengannya/ini malah terakhir/benar-benar terakhir/ harapan tinggi jatuh/menguaplah tak berbentuk/ ternyata bukan pertanda/ hanya pikiranku saja/ harapanku itu semu/ sulit tuk ku percaya//sampai akhirnya kulihat sendiri

Selain lirik, garapan musik Kunto Aji yang dibantu Afif Gifano dan Fawdy Irianto juga mantap. Misalkan pada lagu Ekspektasi, Amatiran, Mercusuar, dan Buka Buka Buka. Kunto tampil dengan santai. Formulasi beat instrumen musik dipasang dengan koor vokal Kunto, plus paduan suara sebagai backing-vocal membuat unik lagu-lagunya.

Tak bisa dipungkiri Kunto Aji memiliki kekuatan pada ciri khas vokalnya. Silakan simak dalam "ekspektasi" eksplorasi maksimal vokal dilakukan dalam lagu ini. Lagi yang hanya diiringi sengan akustikan gitar dan flute ini menarik disimak. Nada variasi ala Kunto aji dibawakan dengan sukses.

"Buka Buka Buka" yang dibawakan santai juga sangat easy listening. Lagu yang berkisah tentang seseorang yang menyukai wanita, hingga semua orang tahu itu dibawakan dengan nada rendah dan suara yang merdu. Intonasi turun naik, hingga pada level tinggi suara Kunto Aji bisa disimak dilagu ini.

Tidak kalah seru, dalam "amatiran" Kunto Aji menciptakannya dalam format yang slow namun tetap Jazzy. Lagi-lagi lagu ini coba merepresentasikan posisi Kunto Aji.  Konon kabarnya, Kunto Aji pernah mengalami "kesulitan" memahami wanita.

Terlalu lama sendiri tetap menjadi hits dalam album ini.Lagu anak muda yang galau dan sedang mencari cinta dibuat dengan gaya bahasa bertutur.  Meski musiknya simpel, namun Kunto Aji bisa menyajikan dengan karakter yang belum pernah dilakukan musisi lain di Indonesia.

Nama Kunto Aji mulai dikenal saat dia mengikuti ajang lomba Indonesia idol. Kunto Aji gagal kala itu, beberapa juri yang juga musisi, diantaranya Indra Lesmana menilai jika Kunto Aji kurang memiliki karakter. Nafasnya yang tidak terlalu panjang saat menyanyikan lagu dipanggung kala itu dinilai menjadi gagalnya Kunto masuk final. Namun siapa sangka kini pemeran dalam film "Senggol Bacok"  ini  malah bersinar diblantika musik Indonesia.  Kunto Aji tercatat sebagai penerima penghargaan  "NET. Indonesian Choice Awards" tahun 2015.

Karir Kunto Aji jelas masih panjang dan dia perlu stamina lebih dalam berkarya disamping kemampuanya membuat lagu dengan karakter vokal yang pas dengan musiknya. Inovasi  dalam encipta lagu yang khas dan bisa digemari penjadi "pekerjaan rumah" Kunto Aji selanjutnya.  Karena kebanyakan musisi setelah menemukan "pattern" musiknya di album pertamanya, dialbum selanjutnya malah jeblok. Terus berkarya dan maju trus.. Kunto [lyz/coveralbum : kuntoaji]
comments powered by Disqus