Isyana Eksplorasi Kemampuan Musikal yang "Berkelas"

Nama penyanyi Isyana Sarasvati, memang belum setenar para divapop wanita seperti Krisdayanti, Titi DJ, Ruth Sahanaya atau yang lebih muda sepeti Rossa, dan Andien, namun penyanyi pendatang baru kelahiran Bandung  Bandung, 2 Mei 1993 sepertinya akan berkilau menyusul para seniornya.

Lewat albumnya bertajuk "Explore", Isyana tampil percaya diri  menunjukkan kemampuanyya dalam mencipta, memainkan alat musik dan bernyanyi.  Album yang penggarapannya diselesaikan disebuah studio di Swedia, The Kennel Studio" itu menampilkan karakter yang khas dari pendatang baru.

Awalnya nama Isyana lebih dikenal di kalangan penggiat musik Indie. Singel pertama Isyana, Keep Being You (2014), yang disebarkan via Itunes ternyata  diterima dengan baik oleh para pecinta musik Indonesia. Lewat aksi dari panggung ke panggung, disamping menjadi penyanyi tamu, Isyana perlahan menjadi dikenal publik. Tidak hanya itu, berkat "kenarsisan" Isyana di media sosial, termasuk  peran sebagai bintang iklan,   membuat Finalis Nasional Yamaha Piano Kompetisi  tahun 2007 dan  2010 ini semakin terkenal.

Perwujudan dari komitmen Isyana berkarir di musik Indonesia dibuktikan dengan usahanya menempuh jalur akademis dibidang musik. Lewat studinya di Royal College of Music, Britania Raya, Isyana berulang kali menggondol gelar juara. Salah satu pencapaian Isyana adalah  saat sukses menyabet gelar Grand Prize dalam Asia Pasific Electone Festival pada 2011 di Singapura. Isyana juga terpilih menjadi salah satu di antara 15 komposer electone dunia yang tampil di Yamaha Electone Concours 2012 (YEC) di Tokyo, Jepang.

Di album "Explore"  yang dilansir November 2015 lalu, Isyana menunjukkan totalitasnya. Melalui sepuluh lagunya; All or Nothing, Keep Being You, Tap Tap Tap, Mimpi, The Way I Love You, Tetap Dalam Jiwa, All Over Me, Kau Adalah (ft. Rayi Putra), Di Batas Waktu, dan Pesta Isyana memiliki karakter musik yang berbeda dengan musisi kebanyakan.

Misalkan dalam "All or Nothing"  yang dibawakan dengan variasi beat, mulai dari lambat ke cepat serta dengan vokal sopran-nya Isyana yang melengking membuat lagu ini  enak didengar dan mudah diingat. Selanjutnya, dalam lagu berbahasa Inggris di trak kedua, Keep Being You, Isyana membawakannya dengan nada rendah dalam balutan  musik beraroma R & B. Musik garapan Ollipop dari The Kennel Sweden  terdengar berkelas.

Simpel. Kira-kira begitu dalam menggambarkan musiknya. Isyana seakan tidak mau terjebak dalam upaya memainkan konsep mixing/perpaduan suara  beragam instrument musik. Lirik-lirik yang diciptakan juga begitu apik. Simak saja dalam "Tap Tap Tap", termasuk dalam lagu berirama mellow, "Mimpi". Lewat permainan piano dan violin-nya, Isyana sanggup menghipnotis pendengarnya, apalagi lirik yang diciptakan juga mendukung.

Cukup sulit untuk memilih lagu yang terbaik dari deretan lagu  yang disuguhkan Isyana, masing-masing lagu memiliki karakteristik musik yang berbeda. Bila saja,   para penggemar  dan pengamat  menjagokan   lagu  "Tetap dalam Jiwa", hal ini bisa dimaklumi karena eksplorasi maksimal ada didalam lagu itu. Anda nanti bisa simak pola   permainan nada rendah, sedang hingga tinggi yang sukses dibawakan Isyana.  Namun, penulis malah melihat ciri  Isyana  dalam bermusik adalah "kebebasan" dalam mengeksplore nada-nada. Pola bebas mengolah nada dan suaranya dalam "All Over Me" bisa Anda dengar dan nikmati. Satu lagi! Dalam tembang "Kau Adalah" Isyana juga membawakannya dengan sangat rileks. Dengan bantuan  alunan bait bernada rap yang dibawakan Rayi Putra, lagu terdengar sangat rapi.

Soal lirik, Isyana juga menggunakan frase yang mudah dan "gaul", misalkan dalam "Tetap dalam Jiwa" dimana ia meletakkan kata "ujungnya"  sebagai bentuk informal dari "akhirnya" : Bila memang harus berpisah/Aku akan tetap setia/ Bila memang ini ujungnya/ Kau akan tetap ada di dalam jiwa/.... Pun, dalam melukiskan kalimat kesedihan lewat lagu "Dibatas Waktu", dimana liriknya menceritakan seseorang yang ditinggal mati kekasihnya, Isyana membahasakan dengan kata-kata yang mudah dan puitis.

Kehadiran album perdana Isyana ini bisa dibilang ikut menyemarakkan kembali panggung musik Indonesia yang kini sedang "lesu". Ditengah isu-isu pembajakan dan menurunnya angka penjualan CD, Isyana bersama tim-nya memanfaatkan jejaring distribusi online untuk penjualan album fisik.  Juga memaksimalkan distribusi lagu digital-nya lewat  layanan operator penyedia  aplikasi musik online, seperti Joox.   

Publik  penggemar musik Indonesia tentu berharap kedepannya Isyana lebih produktif dalam mencipta. Album ini hanya langkah "awal", dan  nama Isyana akan mudah dilupakan jika tidak dikuti dengan langkah-langkah selanjutnya dalam berkarya. Sukses trus buat Isyan. [@lysthano/cover:sony music]
comments powered by Disqus