Dengan "Home" Mocca Mantapkan Model Musiknya

Bagi penyuka lagu-lagu pop tanah air, nama Kelompok vokal Mocca yang digawangi ; Arina ( vokal, guitar, flute, keyboard), Riko (guitar), Toma (bass), Indra (drum) sepertinya tidak bisa diabaikan.

Sejak kemunculannya tahun  1997 dengan album berjudul "My Diary" yang mendapat respon baik dari pasar membuat nama Mocca kian melambung. Mocca kerap menjadi perbincangan pengamat musik tanah air. Gaya dan permainan musik yang khas dan simpel membuat "pesan" musiknya sampai kepada penggemar musik tanah air.

Berkat ketrampilannya bermusik, Mocca kerap diganjar beeberapa penghargaan, misalnya penghargaan album my diary sebagai bagian dari 150 album terbaik Indonesia versi majalah rolling stones Indonesia. Mocca juga kerap tampil di panggung berkelas di sejumlah negara, seperti Jepang, Swedia, Singapura, Korea dan Malaysia.

Kinerja musikal Mocca bisa dibilang cukup produktif, sejak kemunculannya di panggung musik Indonesia Mocca menghasilkan empat album : my Diary (2002), Friends (2004), colours (2007) dan Home (2014). Selain album, Mocca juga merilis sejumlah single dan mini album.

Akhir tahun 2014 Mocca melempar album bertajuk "Home" . Seperti album Mocca sebelumnya, band asal Bandung ini bermain dengan gaya karakter yang khas Mocca. Suara khas merdu Arina dan permainan musik dari para personelnya, plus personel tambahan ; Agung (keyboard), Tommy (trumpet), Dian (trombone), Afifah  dan ilham (string), Cil (vokal dan piano), Harry Koi ( kecapi), Fikri ( gitar), dan Imot (Synth) membuat hampir semua lagu dalam album ini enak didengar (easy listening)

Terkesan dari album sebelumnya tidak ada perbedaan, namun menurut penulis sepertinya Mocca tengah bereksperimen dengan gaya musikalnya dengan model permainan musiknya yang dibuat lebih variatif. Kecenderungan ini bisa dilihat dalam beberapa lagunya, yang salah satunya berjudul "Bandung" (flower city) yang digarap Riko dan Arina.

Mocca juga mencoba "membubuhi" musiknya dengan aneka ragam suara alat musik, misalkan terompet,trombon, dan kecapi. Meski musik atau lagu yang dimainkan lebih banyak repitisi nada, namun dengan musik yang variatif kesan simpelnya menjadi hilang dan yang muncul adalah musik yang makin berkarakter.

Selain dengan variasi permainan musiknya, Mocca juga mencoba kolaborasi vokal, antara Arina  dengan cil dalam lagu "Changing Fate"

Tidak ketinggalan dalam album ini, Mocca menyodorkan lagu bernuansa "lulaby" ya seperti lagu pengantar tidur bayi, lagu ini bisa disimak dalam "Somewhere in my dreamland " dan "goodnight song".

Sementara, lagu "Home" yang menjadi titel album ini digarap dengan cukup biasa saja. Alunan khas suara Arina dengan komposisi slow, Mocca coba menghadirkan suara petikan alat musik kecapi dan biola. Tidak ada yang baru dalam musiknya, namun dari lirik yang diciptakan menyirat "refleksi" bermusik dari Mocca" yang sudah nyaman dengan "rumahnya", dengan karakter musiknya.

Yang tidak kalah menarik dari album ini adalah kemasan album yang oleh Mocca dibuat dengan sedikit unik, dimana jika sampul yang jika albumnya dibuka akan menyerupai rumah/ Home dan didalamnya ada foto peraga kru band Mocca.

Bagi penyuka musik Indonesia, terlebih para penggemar Mocca, album Home ini sangat layak untuk dinikmati. Nuansa Mocca nya masih cukup kental. [lyz. Foto: Mocca ]
comments powered by Disqus