TELEVISI: Upaya Mempertahankan ke-NAIF-an Bermusik

Makin bertambahnya usia, sudah selayaknya juga  tambah dewasa, demikian juga dalam bermusik. Inilah proses yang sedang dialami oleh group band asal Jakarta, NAIF. Kiprahnya lebih dari 11 tahun, masih saja sukses menghasilkan tembang-tembang hits yang enak dan layak didengar oleh pecinta musik Indonesia. Dan di album terbaru mereka bertajuk  “Televisi”, barometer kematangan bermusik NAIF bisa terukur.

Di album ini, band yang beranggotakan empat sekawan jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ); Emil (bass), David (vocal), Jarwo (gitar), dan Pepeng (drum),  memang tidak melahirkan “warna” baru gaya bermusik. Mereka tetap mempertahankan ke-NAIF-annya dalam mengolah lagu menjadi sebuah karya seni yang enak didengar alias easy listening. Ini pula yang menjadi landasan  alumni IKJ, untuk tidak mengkotak-kotakan musik mereka kedalam aliran tertentu.

Oleh karena itu, Album yang diproduseri  NAIF dan EMI ini  menyodorkan warna musik yang variatif, mulai dari  pop, disko, hingga rock. Simak saja  tembang berjudul “Televisi” yang mengelaborasi aliran pop dan disko era 80-an. Lagu yang syarat pesan moral   itu  enak untuk dinikmati, apalagi  dengan syair yang menggelitik. Komposisi nadanya pun tidak monoton, kombinasi  vocal  dan choir berjalan dinamis dengan dukungan hypersax, dan instrumen musik lainnya.

Keunikan lain juga terlihat pada lagu “Itulah Cinta” yang memadukan style musik pop dan country. Eksperimental instrumen alat musik sukses dilakoni NAIF dengan dukungan Amar Maliq and the essentials pada terompet.  Begitu juga pada ”Ajojing” yang musiknya bergaya pop disko era John Travolta tahun 80-an. Meski syairnya sederhana dan repetisi, namun NAIF mampu menghidupkan  dan memberikan ”sentuhan” yang beda pada musiknya.

Tak bisa dipungkiri, kekuatan syair pada ke-13 lagu  di album ini, ikut memberi nuansa ”beda” pada NAIF. Sama halnya dengan album sebelumnya, NAIF (1998), Jangan Terlalu Naif (1998), Retropolis (2005). Syairnya yang sederhana dan gaul menjadi semakin mudah diingat oleh para penggemarnya. Apalagi, konon, banyak lagu NAIF yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi personelnya.
 
Selain kemampuan bermusik, NAIF melalu PT Naif Cipta Kreative, tampaknya ingin mencontohkan  teknik meng-organize band yang baik dan benar. Lihat saja pada penggarapan materi album ini, mulai dari sound, packaging, hingga merchandise.

Disaat umurnya yang semakin bertambah dan  ”rentan”, inovasi NAIF melalui album ”Televisi” memang patut di puji. Apalagi hingga kini banyak band bermunculan yang terkadang memiliki kemiripan dengan band ini. Semoga saja NAIF  mampu dan pintar mengolah ”strategi” sehingga  reabilitas bermusik masih bisa dipertahankan. Semoga. [lyz/cinmi/]
comments powered by Disqus