FLPI, Rekam Jejak Musik Indonesia Era 80-an

Bagi Anda yang mengalami masa "kejayaaan" diera 80-an, pasti ingat dengan lagu "Seandainya Selalu Satu" yang dibawakan dengan sangat baik oleh Harvey Malaiholo. Tembang yang mewakili  Indonesia ke ajang festival lagu dunia di Tokyo dan berhasil menyabet gelar juara itu disajikan dalam album bertitel "12 Terbaik Festival Lagu Populer Indonesia '86".

Perusahaan rekaman Billboard Indonesia dipercaya menggarap album berdurasi hampir satu jam ini. Keduabelas lagu  yang dibawakan oleh 12 penyanyi berbakat, yang akhir karirnya menjadi bintang diblantika musik Indonesia, itu bisa dikatakan menjadi sebuah album "masterpiece" bagi perjalanan karir menyanyi ke-12 pendatang baru, yakni Yopie Latul, Imaniar, Harvey Malaiholo, Dian Mayasari, Dewi Yull, Neno Warisman, Gito Rollies, Purnomo, Endang S Taurina, Euis Darliah dan Andi Merriam Matalatta.

Diberi kesempatan terbaik, Billboard Indonesia tentu tidak main-main. Band pengiring  dan penataan musik diserahkan kepada sejumlah musisi seperti Elfa Secioria, Jimmie Manopo, Chandra Darusman, R. Toni Suwandi, Widya Kristanti, Idris Sardi, dan Dodo Zakaria. Maka, tidak mengherankan hampir semua komposisi dari lagu menjadi sangat indah dan megah, layaknya sebuah orkes orchestra. Lagu yang biasa-biasa aja, dengan penataan musik orang-orang ternama itu akan  menjadi terdengar  berbeda. 

Album dibuka oleh tembang "Ayun Langkahmu"  karya Hentriesa, Elfa Secioria, dan Wieke Gur dibawakan  Yopie Latul dengan sempurna. Lagu berisi pesan yang menyemangati individu untuk maju didendangkan dengan balutan irama nge-pop  dan easy listening.Dengan alunan mayoritas  via alat tiup saksophone menjadikan lagu ini memiliki karakter yang kuat sebagai lagu mars.

Tembang "Bunga-Bunga Cinta" karya Minggus Tahitu, dan Diana Nasution   dibawakan secara duet oleh Imaniar dengan Melky Goeslaw dengan  baik. Kekompakan mereka saat menyanyi, kombinasi suara seirama dengan alunan musik yang variatif menjadikan lagu ini sangat enak didengar. Meski lagunya sangat sederhana dan dengan syair pendek, kemampuan mereka mengolah vokal akhirnya menjadi kekuatan yang menonjol. 

Lagu Andalan dalan tembangi ini,  "Seandainya Selalu Satu" karya Elfa Secioria dan  Wieke Gur yang dibawakan oleh Harvey Malaiholo yang menyabet juara satu untuk penyanyi terbaik di ajang festival lagu di Tokyo, Jepang dinyanyikan dengan sangat sempurna oleh Harvey. Diawali dengan intro yang "manis" plus backing vokal yang  lembut. Suara Harvey yang "empuk" diiringi dengan alunan piano dengan kombinasi suara yang   variatif dari nada rendah-ketinggi, menjadikan lagu ini tampak megah dalam hal komposisi .

Penyayi Dian Mayasari membawakan  tembang "Kelinci Putih" dengan karakter  vokal tipis namun merdu. Tidak hanya itu, kemampuan Dian mengolah vokal rendah dan tinggi menjadi karakter yang unik penyanyi ini. Sementara, Dewi Yull dan Purnomo Sikas yang membawakan "Karena Engkau" secara slow.  Tembang "Getar Asmara"  dinyanyikan Neno Warisman secara baik. Dengan ciri khas vokal yang bening dan  dengan pengaturan napas yang bagus, Neno Warisman memang layak diacungi jempol. Bisa disimak, bagaimana dia membawakan bait lagu yang panjang dalam satu napas dan tetap stabil.

Semua lagu dalam album ini dibawakan dengan karakter suara penyanyi yang berbeda-beda, misalkan Gito Rollies dengan suara "parau" tapi merdu pada tembang  "Berbagi Kasih", kemudian Vonny Sumlang dalam "Menanti" yang sangat Jazzy. Lalu Euis Darliah yang sedikit nge-rock, dan Andi Merriam Matalatta yang sangat Ngepop. Namun, satu tembang yang kurang pas dengan karakter penyanyinya adalah "Semoga Abadi" yang dibawakan Endang S Taurina.

Tidak bisa dipungkiri, kesuksesan seorang penyanyi juga sangat tergantung dari penataan musik yang baik. Syair lagu yang biasa, vokal yang pas-pasan, dengan "campurtangan" penata musik, maka lagu akan menjadi sangat berbobot. Inilah yang bisa disimak dalam album ini.

Sekalipun demikian, pelajaran yang bisa diambil dari keberadaan album ini adalah kreativitas dan semangat musisi serta penyanyi yang sangat tinggi dalam berkarya. Niat perusahaan rekaman, dalam hal ini Billboard Indonesia, juga layak diapresiasi dalam "membundel" lagu-lagu Indonesia bermutu dan layak untuk dikenang. Salam Musik Indonesia [SR Lysthano/Image:Billboard Indonesia]

 

Track List

1. AYUN LANGKAHMU
Hentriesa, Elfa Secioria, Wieke Gur
Yopie Latul

2. BUNGA-BUNGA CINTA
Minggus Tahitu & Diana Nasution
Imaniar & Melky Goeslaw

3. SEANDAINYA SELALU SATU
Elfa Secioria & Wieke Gur
Harvey Malaiholo

4. KELINCI PUTIH
Alfred Matulapelwa
Dian Mayasari

5. KARENA ENGKAU
Alfred Matulapelwa & Anton Issoedibyo
Purnomo Sikas & Dewi Yull

6. GETAR ASMARA
Fifi Embut & Tb. Rudi F.
Neno Warisman

7. BERBAGI KASIH
Anton Issoedibyo & Bill Aribowo
Gito Rollies & Geronimo

8. DEMI ANAK CUCU
Dotty Nugroho B & Anton Issoedibyo
Imaniar &Purnomo Sikas

9. SEMOGA ABADI
Toni P. Sianipar
Endang S. Taurina

10. GUSTI
Ria Prawiro
Euis Darliah

11. MENANTI
Irianti Erningpradja
Vonny Sumlang

12. O LA LA
Anton Issoedibyo & Dharma Oratmangun
Andi Meriem Mattalatta & Geronimo

comments powered by Disqus