Dunia Aku Punya : Langkah Awal Anggun Di Dunia Musik

Salah satu penyanyi wanita Indonesia yang mampu menembus industri musik dunia adalah Anggun C Sasmi. Perjalanan karir, wanita kelahiran Jakarta, 29 April 1974 dimulai dengan debut album perdananya bertitel "Dunia Aku Punya". Album yang diproduseri gitaris God Bless, Ian Antono, lumayan mendapatkan sambutan dari pecinta musik Indonesia. Karakter vokal Anggun, yang saat itu baru berusia 12 tahun, memang masih "tanggung". Ia berada dalam dua posisi, antara anak-anak dan remaja. Sekalipun demikian, kejelian Ian Antono melihat potensi bernyanyinya Anggun harus diacungi jempol, terbukti perjalanan karir selanjutnya menjadi mulus.

Album "Dunia Aku Punya" garapan label Billboard Indonesia terdiri dari 12 lagu, yakni Tegang, Sibuk, Dunia Aku Punya, Masa Remaja, Tik Tak Tik Tuk, Perdamaian, Tante Cerewet, Kawan Lama, Dari Seorang Wanita, Ganti-Gantian, Gadis Penari, dan Garudaku.  Sejumlah musisi yang terlibat dalam penggarapan album itu, selain Ian Antono, juga ada Areng Widodo, Appin Astrid, Yessy Robot, Andy Nasution, Amin Ivo's, Ariyanto, Ade Ibat, Ully Sigar Rusady hingga ayahnya Anggun sendiri, Darto Singo yang juga seorang seniman.  

Mendengar lagu-lagu di album ini kita mungkin akan tersenyum dan langsung membandingkan dengan Anggun sekarang yang kontras, baik dalam hal penampilan maupun kemampuan vokalnya. Anda juga bisa membayangkan, bagaimana seorang remaja putri, umur 12 tahun membawakan lagu-lagu rock orang dewasa. Tapi dasar berbakat, justru di album ini karakter vokal asli Anggun bisa langsung terlihat. Wajar, dengan kejeliannya Ian Antono melihat potensi dalam diri Anggun, serta merta membawanya ke dapur rekaman dan meraih sukses dengan album-album setelahnya, seperti "Mimpi, "Tua-tua Keladi", dan "Takut" yang diluncurkan tahun 1990.  

Peluncuran album perdana ini mendapat sambutan, terutama untuk dua tembang  andalan, yakni "Tegang" dan "Dunia Aku Punya". Lagu "Tegang" yang ditulis oleh  Anggun dan ayahnya, Darto Singo, dinyanyikan dengan cukup baik. Komposisi lagu dibuat dengan sedikit ngerock yang  mengandalkan vokalitas Anggun dan musik garapan Ian Antono. Secara tak sadar penulis mendengar beberapa bait nada dalam lagu ini terpengaruh gaya bermusik Van Hallen yang kala itu tengah populer.

Meski lagunya keras, jangan berfikir tembang "Tegang" ini menggambarkan suasana yang sangat tegang. Anggun menuliskan lagu ini setelah  mengalami sendiri betapa tegangnya saat dibagikan rapot kenaikan kelas.

Hilanglah hilang tegang
hilanglah hilang gusar
Ketika kuterima rapotku
Naik kelas naik kelas
Hilanglah  sudah tegang
Dan bimbang naik kelas-naik kelas, Kujingkrak bagai kesurupan....

Sementara di lagu "Dunia Aku Bisa" karya Jessi Robot melukiskan tentang anak remaja (SMP) yang memiliki keluarga bahagia dan tekad membaja untuk meraih cita-cita.

Aku kecewa mendengar tak bisa
Aku ingin tahu mengapa sebabnya
Aku merasa semua aku punya
Juga cita-cita dan tekad yang membaja. 

Lagu dibawakan dengan riang, dalam beberapa bagian  disisipkan kolaborasi gamelan bali.

Meski masih tergolong anak-anak, tema lagu yang disodorkan kepada Anggun cukup variatif. Tema-tema lagu yang populis seputar dunia remaja seumuran Anggun menjadi nilai plus di album ini. Dari ke-12 lagu tidak ada lagu cinta-cintaan,  malah   beberapa lagu  bercerita  tentang semangat kebangsaan (Garudaku), Perdamaian (Perdamaian), dan tentang wanita (Dari Seorang Wanita)

Anggun memang konsisten di dunia tarik suara, sejak memulai karirnya hingga kini, ada delapan album Indonesia dan beberapa singel berbahasa Inggris dan perancis. Dan tidak bisa dipungkiri, lewat Anggun C Sasmi, Indonesia jadi lebih dikenal. Kehadiran Anggun di pentas musik internasional menjadi bukti bahwa sebetulnya Indonesia memiliki potensi yang bagus di dunia musik. Sukses Anggun, sukses musik Indonesia. [lysthano/foto:koleksi pribadi]

comments powered by Disqus