Dirimu Dengannya

Audi Fristya Coba Tembus Peruntungan

Belum beruntung. Sepertinya inilah gambaran dari kemunculan album bertajuk "Dirimu Dengannya" dari penyanyi, Audi Fristya. Kiprah Audi di panggung musik Indonesia diawali dari ikut sertanya penyanyi kelahiran Jakarta, 24 Februari 1994 ini dalam ajang Akademi Fantasi Indosiar Junior tahun 2004.
Fariz RM & Dian PP In Collaboration With

Fariz RM dan Dian PP Sukses "Meremajakan" Lagu Lawas

Menyanyikan lagu yang sudah lebih dahulu populer memang lebih mudah untuk dikenalkan kembali ke publik. Apalagi si penulis lagu sudah terkenal dan dimasukkan kedalam kategori "legend" dalam panggung musik Indonesia.
Love Life Woman

Sulitnya Lepas dari Bayang-Bayang "KerisPatih"

Perjalanan karir pemilik nama lengkap Doadibadai Hollo, atau yang lebih dikenal dengan "Badai" dimulai dari sebuah band bernama "KerisPatih".
Vulnerability

Dalam Vulnerability, Sandhy Sondoro Tetap Mempertahankan Gayanya

Selain karakter vokal dari Sandhy Sondoro yang khas, gaya improvisasi penyanyi kelahiran 12 Desember 1973 juga hampir tidak ada yang menyamai. Debut albumnya sejak; Why Don't We (2008), Jazz In The City with Sandhy Sondoro (kompilasi, 2009), Sandhy Sondoro (2010),
Indonesia Maharddhika

Proyek Idealis yang Bukan Main Keren

Kehadiran album "Maharddhika" yang digagas trio sahabat, Yeni, Ninot dan Kadri, cukup membuat nuansa segar dan kejutan dalam industri musik Indonesia. Ditengah sepinya musisi yang membuat album baru, dari mereka justru muncul dan menghasilkan karya kolaborasi yang ciamik. Album dengan project Director, Bens Leo, ini terdiri dari 10 lagu yang dikemas dalam dua keping CD dan didistribusikan label ternama Demajors.
Song Book 1

Ian Antono Song Book I, Jika Gitaris Gaek Beraksi

Mengaransemen ulang karya yang pernah sukses bukanlah sebuah proyek yang mudah. Perlu keahlian dan keterampilan lebih dalam penggarapannya agar lagu lama tersebut masih enak didengar, dan tentu lebih "segar". Karena tidak sedikit musisi yang mencoba "mendaur ulang" lagu yang pernah diluncurkan, alih-alih ingin menjadikan lagu lebih bagus, namun yang malah menjadi tidak Karuan.
Live At Abbey

GIGI Live at Abbey, Album Termahal yang Tak Sia-sia

Album "Road to Abbey" menjadi album yang paling ditunggu-tunggu para fans setia GIGI. Pasalnya, sejak tahun lalu ketika kru GIGI mendatangani "Abbey Road" di London untuk merekam album anyar mereka dan selama masa persiapan, 2,5 bulan, para fans hanya disuguhi informasi seputar perjalanan band yang lahir Maret 1994 ini. Beberapa info tentang "jalan-jalan" mereka hanya bisa disaksikan lewat social media saja, sementara banyak yang bertanya, kapan selesainya penggarapan album mereka.
Simplify

VanessaTM, Dari Abu Dhabi untuk Musik Indonesia

Keberanian VanessaTM untuk tampil dan eksis di panggung. Musik Indonesia patut dibanggakan. Penghargaan bermusik disekolahkan di Abu Dhabi, Doha college music award 2009 dan finalist of teh ADCB talented teens show di Dubai dan finalist of the dream player 2012 menjadi pemicu dirinya untuk eksis di Indinesoa.
Slank Nggak Ada Matinya

Kreatif Bermusik Sampai Mati

Seperti biasa, Slank memang pandai mengolah syair cinta, kritis, kepedulian, dan hal-hal yang menjadi trend anak sekarang menjadi sebuah sajian karya musik yang menarik, sekalipun demikian kesebelas lagu yang disajikan menjadi berbeda dengan garapan mereka sebelumnya. Ya, musik
Roekmana's Repertoire

"Tiga Pagi" Sodorkan Konsep Akustikan yang Tidak Biasa

Mendengarkan "Roekmana's Repertoire" karya Tiga Pagi ini seakan kita dibawa kepada masa lalu yang penuh dengan kenangan Indah dan Kelam. Namun, tentu saja Tiga Pagi tidah menyuguhkan dengan lirik yang melulu "melow", namun juga mengajak para pendengar yang juga penikmatnya melihat realita bahwa masa lalu bisa menjadi pelajaran dalam menatap masa depan yang lebih baik. My Boat is Sinking in the dark, but my soul was sailing to the sun, everthing just shade apart.... seperti dalam lirik Sorrow Haunts.