Live At Abbey

GIGI Live at Abbey, Album Termahal yang Tak Sia-sia

Album "Road to Abbey" menjadi album yang paling ditunggu-tunggu para fans setia GIGI. Pasalnya, sejak tahun lalu ketika kru GIGI mendatangani "Abbey Road" di London untuk merekam album anyar mereka dan selama masa persiapan, 2,5 bulan, para fans hanya disuguhi informasi seputar perjalanan band yang lahir Maret 1994 ini. Beberapa info tentang "jalan-jalan" mereka hanya bisa disaksikan lewat social media saja, sementara banyak yang bertanya, kapan selesainya penggarapan album mereka.
Simplify

VanessaTM, Dari Abu Dhabi untuk Musik Indonesia

Keberanian VanessaTM untuk tampil dan eksis di panggung. Musik Indonesia patut dibanggakan. Penghargaan bermusik disekolahkan di Abu Dhabi, Doha college music award 2009 dan finalist of teh ADCB talented teens show di Dubai dan finalist of the dream player 2012 menjadi pemicu dirinya untuk eksis di Indinesoa.
Slank Nggak Ada Matinya

Kreatif Bermusik Sampai Mati

Seperti biasa, Slank memang pandai mengolah syair cinta, kritis, kepedulian, dan hal-hal yang menjadi trend anak sekarang menjadi sebuah sajian karya musik yang menarik, sekalipun demikian kesebelas lagu yang disajikan menjadi berbeda dengan garapan mereka sebelumnya. Ya, musik
Roekmana's Repertoire

"Tiga Pagi" Sodorkan Konsep Akustikan yang Tidak Biasa

Mendengarkan "Roekmana's Repertoire" karya Tiga Pagi ini seakan kita dibawa kepada masa lalu yang penuh dengan kenangan Indah dan Kelam. Namun, tentu saja Tiga Pagi tidah menyuguhkan dengan lirik yang melulu "melow", namun juga mengajak para pendengar yang juga penikmatnya melihat realita bahwa masa lalu bisa menjadi pelajaran dalam menatap masa depan yang lebih baik. My Boat is Sinking in the dark, but my soul was sailing to the sun, everthing just shade apart.... seperti dalam lirik Sorrow Haunts.
Big Deal

Big Deal, Aroma Album Reunian Ipang cs

Bagi penyanyi atau musisi yang memiliki karakter kuat dalam profesinya, ditempatkan dimanapun hasilnya pasti akan bagus. Disetiap tempat, dirinya selalu menjadi trendsetter dan leader bagi grupnya. Album atau lagu yang dibawakan akan terasa “penuh” dengan sentuhan terbaik oleh tangan dinginnya.
Hey Makan Tuh Gitar!

Morfem, Ingin Tampil Cerdas dan Taktis

Dalam kancah musik Indonesia, nama band MORFEM sudah cukup dikenal. Kemunculan band asal Jakarta ini tahun 2009 memang cukup bikin kaget blantika musik rock tanah air. Saat melansir album "Indonesia" tahun 2011, Morfem langsung mencuri perhatian
Happy Together

Lewat "Happy Together" TDC Tawarkan Musik yang Simpel dan Tanpa Beban

Dibanding album pertama, dialbum kedua ini "The Dance Company" yang berjudul "Happy Together" membawakannya dengan sangat santai dan tanpa beban. Karakter vokal dari setiap personel yang sudah bisa ditebak, sukses dikolaborasikan dalam hampir semua lagu dalam album yang dibesut label Nagaswara.
Raya

Lewat "Raya", Iwan Fals Kembali Ke Khitah

Musisi pop legendaris Indonesia, Iwan Fals, baru saja mengeluarkan album baru bertajuk "Raya". Seperti pendekar yang keluar dari "persembunyian", di album baru ini Iwan Fals seakan mengeluarkan wujud dirinya yang asli, sebagai membawa lagu yang sarat dengan kritik dan keresahaan, sebagaimana album Iwan Fals era 80-an.
Dunia Batas

Payung Teduh, Sukses Mengekplorasi Nilai Keroncong

Seperti namanya bandnya "Payung Teduh" gaya bermusik band yang diperkuat personel ; Mohammad Istiqamah Djamad (IS), Comi Aziz Kariko (Comi), Ivan Penwyn (Ivan), dan Alejandro Saksakame (Cito) juga mencoba "meneduhkan". Ya, balutan permainan musik yang menonjolkan unsur keroncong menjadi ciri dan karakter band yang personelnya merupakan almamater FIB Universitas Indonesia.
The Dance Company

The Dance Company, Ahlinya "Menjahit" Nada

Bergabungnya empat pentolan musisi dari group yang masing-masing dimotorinya, menjadikan karya grup band bernama “The Dance Company” (TDC) menjadi sangat apik dan layak diperhitungkan dalam kancah industri musik tanah air.