Selamat Tinggal, Album Curhatnya Indra Lesmana

Perjalanan karir kedua musisi ini, Indra Lesmana & Gilang Ramadhan, tergolong sudah panjang. Persahabatan yang mereka jalin melahirkan begitu banyak karya. Tidak hanya itu, kedua sahabat ini juga sempat  tercatat dalam group band ternama, seperti Krakatau, Gif, Adegan, dan Trakebah. Namun kepuasan mereka dalam bermusik tidak berhenti sampai disitu saja, mereka masih mencoba dengan format kolaborasi ber-dua hingga lahirlah album "Selamat Tinggal" yang dilansir tahun 1997.

Banyak kabar beredar, ditahun tersebut musisi Indra Lesmana mengalami guncangan yang cukup hebat dalam rumah tangganya, hingga berakhir dengan perceraian dengan artis Sophia Latjuba. Dari pernikahan tersebut pasangan ini sudah memiliki anak yang bernama Eva Celia.

Judul album "Selamat Tinggal" konon merupakan  ekspresi dari perpisahan mereka. Simak saja liriknya :

Seringkali bertanya saat bahagia hadir /Akankah ada akhir /Akankah 'tuk selamanya /Seringkali bertanya adilkah hidup ini /Kala sedih melanda /Meruntuhkan rasa di jiwa.../Tak mudah untuk di hati /Tak mudah untuk dihadapi /Saat harus mengucap selamat tinggal.../Segala tentang cinta buat hati terlena /Membawa kedamaian /Menyejukkan dunia ..

Ya, Indra Lesmana menciptakan deretan lagu ini dalam situasi yang cukup "emosional" sehingga melahirkan karya yang bisa dibilang "berbeda" dari album-album sebelumnya. Seorang kawan penulis malah bilang ini album "curhat"nya Indra.

Dimulai dari lagu "Selamat Tinggal", "Satukanlah", "Lupa Diri", "Masih Ada", "Usai" dan "Celia". Dilagu "usai" misalnya, menggambarkan, tersirat, retakhnya hubungan mereka karena ada orang ketiga. Keyakinan diriku akan hati kecilmuPasti masih /ada cinta yang tersisaNamun tak terbayang /sikapmu padakuKehadiran dirinya membuat hati kecewa

Kemudian di lagu "Celia" yang ditujukan untuk anaknya hasil buah cinta dengan Sophia. Selain berisi lirik harapan dan cinta kepada Celia, Indra Lesmana juga bermain total dilagu itu. Gaya permainan piano yang ekspresif bisa didengar dalam tembang ini.

Namun, yang tidak kalah menarik dari suguhan deretan lagu di album ini adalah persembahan "Impian Khatulistiwa" yang dibawakan dengan kolaborasi dengan alat tradisional, seperti angklung, gendang hingga gending.

Tahun 90-an Indra Lesmana tergolong musisi yang produktif, karena ditahun itu anak dari musisi Jack Lesmana ini sanggup menelurkan lebih dari 20 album. Yang menarik dari catatan ini adalah, setiap peristiwa yang dialami Indra Lesmana bisa menjadi sebuah lagu atau karya musik. Sukses selalu buat Indra Lesmana. Ditunggu karya apik lainnya. [lyz/cover:musica]
comments powered by Disqus