Nona, yang Padat dan Berisi

Perjalanan sejarah bermusik sang maestro, Chrisye, tidak bisa dilepaskan dari nama Jockie Soeprajogo dan Eros Djarot. Proyek musikal mereka bertiga cukup banyak, salah satunya adalah album "Nona" yang dilansir tahun 1984 oleh Musica Records.

Tiga elemen dasar yang mewarnai album ini adalah; lirik yang kuat karya Eros Djarot, komposisi musik yang khas ala Jockie, dan vokal Chrisye yang seakan "bersenyawa" dengan musiknya.

Dalam album ini,  hampir semua lirik digarap Eros Djarot. Kemampuan menulis lagu tidak usah lagi ditanyakan. Saat menulis lirik, Eros seakan membawa misi dari lirik yang disodorkan ke Jockie hingga menjadi lagu. Misalkan saat menyentuh dunia "percintaan" Eros menghadirkan lirik romantisme sekaligus ironi. Disisi lain, Eros juga jago dalam menyisipkan pesan moral yang kerap menyindir kita dengan gaya yang sangat dewasa.

Dilagu "Berita Ironi" misalnya. Eros menunjukkan betapa maraknya berita kejadian amoral yang dianggap biasa. Pergaulan yang bebas tak mengenal batas/Main cinta menjadi soal yang biasa/Sementara orang tua kebingungan/Anak yang sangat dibanggakan/ Kini telah hinlang tanpa kesan.  Juga dalam "Sarjana Kaki Lima" yang menceritakan seorang anak  muda yang sarjana namun kebingungan saat mencari kerja. Setelah sekian  lama sebagai seorang sarjana/yang bingung mencari kerja/Hampir saja frustasi/Ketika menyadari semua serba koneksi..

Jockie dengan kepiawaiannya mengaransemen lagu, membubuhi lirik sensasional Eros dengan nada-nada yang ringan namun sangat enak didengar. Namun, memang tidak sedikit juga adanya gaya "improvisasi" yang sulit diduga. Untungnya, Chrisye sangat memahami keinginan Jockie dan Eros. Ya, mereka bertiga seperti memiliki Chemistry dalam bermusik.

Album Nona, yang merupakan album solo ketujuh Chrisye, bisa dibilang sebagai album yang padat berisi. Jockie yang juga kala itu menjadi Keyboardist God Bless mencoba bersenyawa dengan gaya permainannya yang dipengaruhi sejumlah musisi dunia kelas wahid, seperti kibor Deep Purple, John Lord; Tony Banks (Genesis), atau model permainan Rick Wakeman (Yes). Simak saja dalam "Selamat Datang Anakku",  "Gadis Manja", dan "Hilangnya Sebuah Pribadi".

Chrisye yang juga dikenal sebagai musisi yang "haus" dengan ilmu musik, tampil maksimal dalam album ini. Pengalaman dia bermusik, misalkan dalam  proyek musikal dengan Guruh Soekarnoputra dengan Guruh Gipsy-nya, atau dengan The Pro's yang melibatkan Broery Marantika, dan Abadi Soesman,  menjadikan pemilik nama lengkap Krismansyah Rahadi semakin matang dalam bermusik.  

Totalitas  Chrisye dalam bermusik tidak bisa diragukan lagi. Dalam menjalankan banyak proyek bermusik, Chrisye selalu mencoba bersenyawa dengan band yang "ditempeli"nya. Makanya, lagu-lagu yang tergolong "susah", bisa dengan mudah dibawakannya.  Salah satu pembuktiannya bisa disimak dalam "Nona", "Selamat Datang Anakku" juga dalam "Gadis Manja". Chrisye dalam sejumlah lagu dalam album ini, berupaya menyatukan "rasa" atau bersenyawa dengan gaya permainan musik Jockie dan memahami  karakter nada yang diinginkan sang pencipta lirik Eros Djarot.

Secara komposisi, banyak lagu yang cukup sulit jika dibawakan oleh penyanyi biasa. Namun Chrisye bisa membawakannya secara sempurna. Agar tidak penasaran, silakan dengar kembali "Nona", dan nikmati karya ketiga musisi yang padat dan berisi ini. [lysthano/foto cover: musica]
 
comments powered by Disqus