Anak Wayang, Kolaborasi Sempurna Iwan Fals dan Jabo

Sifat eksploratif Iwan Fals terhadap musik seperti tidak ada habisnya. Beberapa album yang menjadi proyek uji coba beliau misalnya pada saat pemilik nama lengkap Virgiawan Listanto menggamit  Bagoes AA, Iwang Noorsaid, dan Arie Ayunir,  Heirrie Buchaery, Jerry Soedianto, dan Jalu hingga menghasilkan album "Hijau". Diluar kebiasaannya bermusik, album ini memang tidak menawarkan hal yang baru. Namun dalam penggarapan konsep musiknya, terlihat sangat berbeda dengan album sebelumnya.

Salah satu album reflektif, yang menjadi proyek bersama Iwan Fals dengan Sawung Jabo adalah "Anak Wayang". Album dilansir tahun 1994 ini berisi 6 lagu. Semunya digarap dengan konsep "akustik". Bagi yang sudah mendengar album  Iwan Fals sebelumnya, album yang dilansir PT Kharisma Swara Indopersada ini mungkin terdengar aneh. Namun bagi yang mengikuti jejak Iwan Fals dari awal,  "Anak Wayang" menjadi album yang istimewa.

Kekompakan memainkan gitar bolong bersama Sawung Jabo menjadi point istimewanya album ini. Tidak hanya itu, kolaborasi vokal keduanya juga patut diacungi jempol. Masing-masing memiliki karakter vokal yang berbeda. Iwan Fals yang sanggup bermain di nada-nada tinggi, sementara sawung Jabo menimpali dengan alunan yang rendah saja. Penghayatan mereka terhadap lagu yang bawakan juga sangat baik.

Soal lirik, tidak ada syair protes dan perkataan keras kepada pemerintah. Syair mereka cenderung berupa cerminan sikap reflektif, cinta, harapan, dan motivasi untuk bangkit dari keterpurukan. Misalkan syair  yang terdapat dalam  tembang "Anak Wayang" yang sekaligus dijadikan nama album ini. Mengembara memahami makna cinta/mengurai kata dilautan jiwa/dihadapanmu aku tak bisa berdusta/mencintaimu adalah mencintai hidup..Merindukanmu disaat hilang arah/memelukmu lalu meninggalkanmu/aku sudah basah aku pasrah/mencintaimu adalah mencintai hidup..  

Atau pada tembang "Dihatimu aku  Berlindung". Hentakan vokal Iwan Fals bisa kita simak dalam lagu ini, dari awal sampai akhir. Meski  hanya dengan iringan gitar akustik, lagu ini serasa menghentak. Tentu saja,  hentakan juga berasal dari syairnya yang sangat puitis dan menyentuh; Ketika matahari membakar lautan/ketika matahari membakar dunia/ketika matahari membakar diri sendiri/ dihatimu aku berlindung.. Ketika bumi ini tak  berputar lagi/ketika malaikat tak berdoa lagi/ketika aku tak bisa bernyanyi lagi/ dihatimu aku berlindung...

Kita pasti sepakat, Iwan Fals  dan Sawung Jabo memiliki karakter yang kuat dalam mencipta lagu. Bisa dibilang keduanya klop. Sebelum "Anak Wayang" keduanya sempat menggarap "Dalbo" dengan konsep musik yang berbeda pula. Dan era 90-an menjadi tahun-tahun produktivitas Iwan Fals memuncak. Dia seperti musisi yang belum berpuas diri dengan apa  yang sudah disandangnya sebagai penyanyi pop-balada yang kritis. Proyek-proyek eksploratif dengan sejumlah musisi pun dicobanya. Iwan Fals mengaku tidak akan pernah berhenti untuk belajar, dan sejumlah kolaborasi dengan banyak musisi menjadi proyek belajarnya  yang selalu menuai sukses. [lyz/fotokaver: RPMRecords]
 
 
 
 
Track List :

  1.     "Lingkaran - Aku Cinta Padamu"
  2.     "Dihatimu Aku Berlindung"
  3.     "Anak Wayang"
  4.     "Nyamuk"
  5.     "Jogja"
  6.     "Telaga Dan Bencana"
 
comments powered by Disqus