"Kusut" dan "Kita Pasti Tua", 2 Singel Anyar FOURTWNTY Dirilis Sekaligus!

Kamis, 6 September 2018

Fourtwnty

Sembilu yang dulu
Biarlah berlalu
Bekerja bersama hati
Kita ini insan bukan seekor sapi

Petikan lirik diatas tentunya akrab di telinga pencinta musik. Ya, itu adalah lirik dari lagu "Zona Nyaman" milik FOURTWNTY, soundtrack film "Filosofi Kopi" yang dirilis setahun lalu.

Sukses "Zona Nyaman" tak membuat FOURTWNTY rupanya `nyaman`. Band beranggotakan Ari Lesmana, Nuwi dan Roots tersebut kembali memutar otak untuk menghasilkan karya-karya baru, terutama sebagai ucapan terima kasih kepada para penggemarnya, 4.20 society, yang telah setia mendukung. 

Akhirnya pada bulan April 2018 lalu, mereka melahirkan sebuah album bertajuk EGO & FUNGSI OTAK. Sebuah album berisi 7 track, dengan materi lagu yang lebih dewasa dan liriknya menceritakan tentang diri sendiri. Lewat album EGO & FUNGSI OTAK ini, FOURTWNTY memberikan pesan tersirat kepada penggemarnya tentang betapa sulitnya manusia berdamai dengan dirinya sendiri.

Proses lahirnya album ini cukup menarik, karena melibatkan platform crowdfunding kolase.com. Meski saat itu kolase terhitung sebagai platform baru, namun tak dinyana FOURTWNTY mampu mendulang dana hingga Rp. 99.200.000,-. Keputusan bekerja sama dengan kolase tak semata hanya untuk menggalang dana, namun juga bertujuan agar 4.20 society bisa terlibat, dan punya rasa memiliki terhadap album ini. 

Sebagai awal, FOURTWNTY memilih singel "Kusut" dan "Kita Pasti Tua" untuk dirilis lebih dulu melalui youtube dan radio-radio seluruh Indonesia. 

"Tidak mengalasankan apa-apa untuk peluncuran dua single sekaligus. Dengan cara ini, Fourtwnty hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua 4.20 society yang telah memberi kami arti dalam industri musik ini. Minta sedikit tenaga mu wak, untuk selalu berdansa tipis bersama kami,” ujar Ari, sang vokalis dalam siaran persnya. 

Buat kamu yang belum punya albumnya, EGO & FUNGSI OTAK, bisa dibeli melalui situs resmi Demajors, atau melalui platform musik digital favoritmu. (pr/bug)

comments powered by Disqus