Keluar dari Payung Teduh Tak Membuat Is "Kehabisan Kata"

Kamis, 26 April 2018

Pusakata - Kehabisan Kata

Pasca mengundurkan diri dari Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad (Is) langsung tancap gas memproduksi karya-karya terbarunya. Dan pada tanggal 17 April 2018 lalu, Is yang kini mengusung nama panggung Pusakata, merilis sebuah singel bertajuk "Kehabisan Kata".

Irama musik yang ringan melenakan tersaji di lagu ini, ditambah dengan lirik lagu yang puitis. Simak penggalan liriknya:

Sore ini kita menunggui senja
Kopi dan teh beradu di atas meja
Banyak percakapan di luar sana
Kita berdua entah ingin kemana

Pusakata menyanyikan lirik-lirik itu dengan begitu syahdu, mengajak kita untuk masuk ke dalam sebuah cerita. 

Inspirasi lagu "Kehabisan Kata" lahir dari naskah berjudul "Metropole" karya Agnes Purwanti, istri tercinta Pusakata. Berkisah tentang orang-orang di kota Metropole yang menjadi saksi perubahan sebuah pasar rakyat menjadi kota besar. 

Dalam perjalanan perubahan kota, tentu ada suka dan duka. Semua kenangan manis dan pahit terangkum dalam obrolan-obrolan hangat di sebuah warung kopi yang  terletak di sudut kota. Tak jarang, orang-orang asing pun mampir ke kedai itu. "Kehabisan Kata" menggambarkan apa saja yang mereka perbincangkan di sana.

Dalam penggarapan lagu ini Pusakata dibantu oleh The Panganans yang terdiri dari Ronald Fristianto (drum), Denny Chasmala (gitar), Sadrach Lukas (keyboard),  Adhitya Pratama (bass),  dan Eugen Bounty (klarinet). Mereka bertemu karena kecintaan yang sama, keindahan alam dan masakan Nusantara.

Seperti apa singel debut Pusakata ini? Segera dapatkan lagunya di layanan musik digital favoritmu! (pr/bug)

comments powered by Disqus