Pusat Dokumentasi Musik Nasional akan Dibangun di Ambon

Jumat, 20 Oktober 2017

Pusat dokumentasi musik nasional akan dibangun di kota Ambon pada 2018. Pusat ini nantinya akan menyimpan berbagai dokumen secara baku maupun replika tentang musik secara nasional.

Ketua Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies menyatakan, pembangunan berdasarkan kesepakatan dalam Forum Group Discussion (FGD). Yakni dari sisi implementasi 25 rencana kerja yang diprogramkan AMO bersama Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf).

"Kita bisa membuktikan satu langkah yang lebih maju dari sisi implemantasi rencana kerja, sejalan dengan komitmen peserta dan narasumber bahwa pembangunan pusat dokumentasi musik nasional akan dilakukan di Ambon tahun 2018," kata Ronny di Ambon, Kamis (20/10).

Menurutnya, upaya ini adalah terobosan baru. "Yang menjadi inti adalah pusat dokumentasi musik ada di Ambon, dan akan ada ikon musik Ambon baik itu alat musik, sejarah dan lainnya, sehingga menjadi acuan bahwa kita siap menuju kota musik dunia," ujarnya.

Sesuai rekomendasi, kata Ronny, proses pembangunan pusat dokumentasi musik dimulai tahun 2018. Pengerjaan akan difokuskan terlebih dahulu pada bangunan.  Sedangkan isinya menyusul, karena perlu proses.

"Karena dokumentasi musik nasional harus ada yang berbeda dengan kota lain di Indonesia, selanjutnya akan kita bahas karena membangun kota musik membutuhkan proses, yang jelas hari ini telah disepakati pembangunan akan dilakukan Ambon," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Ambon, Henry Sopacua  menyatakan, mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia, dibutuhkan komitmen dan sinergitas. Yakni antara pemerintah pusat, Pemkot Ambon, DPRD dan narasumber berbagai unsur untuk menjadi kesepakatan bersama.

"Kerja sama ini penting agar kita dapat membangun komunikasi guna menyiapkan berbagai arsip dokumen yang belum di Ambon tetapi ada di daerah lain," ujarnya.

Saat ini, tambahnya, Ambon masih terbatas dalam melakukan dokumentasi musik. Sama halnya dengan Maluku. Prosesnya penghimpunan data belum rampung, sehingga butuh beberapa referensi baik dari arsip nasional, perpustakaan nasional, prabu nusantara, dan dari luar negeri seperti Belanda.

"Ke depan kita akan melakukan komunikasi untuk mendapatkan dokumen yang valid dan bertanggung jawab, rekomendasi ini selanjutnya akan disampaikan kepada Wali Kota Ambon untuk dapat mengambil langkah terkait lokasi yang akan digunakan, anggaran maupun desain bangunan, hal ini akan bicarakan bersama Bekraf," kata Henry. [ant/c2/foto- ilustrasi:ist]

comments powered by Disqus