Maret 2015, Payung Teduh Janjikan Rilis Album Ketiga

Rabu, 21 Januari 2015

 Setelah sukses melalui album Dunia Batas, grup musik Payung Teduh kembali mengeluarkan album terbaru. Saat ini, grup yang diawaki Muhammad Istiqamah Djamad (vokal dan gitar), Comi Aziz Kariko (bas), Ivan Penwyn (ukulele dan terompet), Alejandro Saksakame (drum, cajon) ini tengah mengerjakan proses rekaman album ketiga.

"Sekarang lagi menggarap album ketiga kita, belum tahu judulnya apa nanti," ujar Muhammad Istiqamah Djamad atau yang biasa disapa Is, vokalis Payung Teduh   Jakarta.

Menurutnya, album terbaru grup yang tampil menggunakan instrumen akustik ini, sudah sempat tertunda. Pasalnya, banyak agenda manggung yang harus dihadiri Payung Teduh. "Ini sudah molor (tertunda), harusnya Desember. Insyaallah Maret keluar," ungkapnya.

Mengenai materi yang ditampilkan, Is mengaku masih setia mengusung tema keseharian dan kerinduan. Pada dua album sebelumnya, terutama Dunia Batas, musik Payung Teduh dimainkan dalam balutan nada jazzy, kroncong, dan folk melalui instrumen akustik klasik. Tema yang diusung pun kental akan lirik puitis. Instrumen taman semacam, bunga, mawar, hujan, pagi, angin, dan malam kerap muncul dalam lirik Payung Teduh.

"Kami masih mengangkat kerinduan dan transisi waktu. Ya benar, Payung Teduh awalnya dari taman dan aktivitasnya. Kami masih nyaman dengan tema itu," tutur Is.

Comi, pembetot bas Payung Teduh pun membenarkan hal tersebut. Album terbaru, lanjut Comi, masih menerjemahkan pengalaman dan pengamatan para personilnya pada fenomena sekitar. "Bedanya, kalau kemarin (album kedua) mengajak nunduk, sekarang ingin mengajak berjoget," terang Comi. Beberapa lagu baru pun segera dibawakan saat manggung.

Di tahun sebelumnya, grup musik yang dikenal lewat lagu Angin Pujaan Hujan ini banyak mendapatkan tawaran manggung ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, berkesempatan untuk tampil di Nagoya Jepang. "Kami juga tak menyangka, apresiasi di daerah ternyata tinggi. Di Jepang, sambutannya juga luar biasa," tukas pemain bas yang juga seorang dosen di Binus ini. [gatra/c2/foto:istimewa]

 

comments powered by Disqus