BBJF: Dari Trio Lestari, Syaharani, hingga Musik Etnik

Kamis, 14 November 2013

Bila akhir pekan di Jakarta ada ajang musik blues, Jakarta Blues Festival, maka di Banyuwangi akhir pekan ini akan diramaikan dengan  ”Banyuwangi Beach Jazz Festival” (BBJF). Acara musik yang merupakan bagian dari rangkaian  Banyuwangi Festival 2013 ini akan digelar  di Pantai Boom, Banyuwangi.

”Ini merupakan bagian dari pariwisata event (event tourism) yang kami gelar dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Pariwisata event kami gelar dengan berbasis pada potensi lokal, misalnya jazz pantai ini sekaligus mempromosikan pantai-pantai yang indah di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Kamis (14/11).  Seperti diketahui, Banyuwangi merupakan daerah dengan garis pantai terpanjang di Jawa Timur.

Keindahan alam dan  eksotisme view Selat Bali menjadi dasar digelarnya acara musik yang disi dengan  performa musisi jazz papan atas tanah air.

Salah satu musisi  yang akan hadir dalam BBJF adalah Trio Lestari yang terdiri atas tiga musisi papan atas Indonesia, yakni Glenn Fredly, Tompi, dan Sandhy Sondoro. ”Musikalitas yang tinggi dari ketiganya dipastikan mampu memberi pertunjukan yang luar biasa,”  kata Anas.

Pada gelaran jazz di Banyuwangi tahun lalu, tempat yang dipilih sebagai lokasi pentas adalah Gelanggang Seni Budaya (Gesibu). Tahun ini, event jazz tersebut muncul dengan konsep berbeda. Pantai  dipilih sebagai venue karena memberikan nuansa lain yang masih jarang ditemukan pada pementasan jazz lainnya.

“Kami sengaja memilih pantai karena ingin pertunjukan jazz ini memberi sensasi baru dibanding perhelatan jazz yang biasa ditemui. Dan Pantai Boom dipilih karena lokasinya yang terjangkau karena dekat dengan kota Banyuwangi,” papar. Anas.

Tidak hanya Trio Lestari, pencinta jazz juga akan dimanjakan oleh performa Syaharani and Queenfireworks ESQI:EF. Konsisten di jalur jazz, membuat Syaharani menjadi salah satu diva jazz tanah air yang akan ikut memanaskan panggung BBJF dengan lagu-lagunya yang dikemas apik. ”Syaharani and queenfireworks akan mampu memberi sentuhan cita rasa orisinal jazz,” imbuh Anas.

Selain akan membawakan lagu-lagu andalannya, Syaharani direncanakan akan membawakan lagu Using (suku asli Banyuwangi), yakni Pethetan. Lagu ini diaransemen bareng antara ESQI:EF dan musisi lokal asal Kemiren, sebuah desa yang dikenal sebagai Desa Wisata Using. ”Perpaduan musik etnik dan jazz ini menjadi penanda penting terciptanya harmoni peradaban, sebuah jembatan untuk menggali kearifan lokal melalui pendekatan musik,” tuturnya.

Anas menegaskan, selain menghadirkan musik jazz dari musisi nasional, persentuhan jazz dengan musik etnik lokal juga hadir sebagai  ciri khas gelaran jazz di Banyuwangi. ”BBJF selalu memberikan ruang bagi musik etnik lokal untuk melebur dengan irama rhytim jazz. Pastinya ini akan menghasilkan sebuah pengalaman musik yang menarik. Ini bagian dari eksplorasi musik yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan,” tutur Anas.

Gelaran jazz pantai di Banyuwangi akan berlangsung dalam durasi yang panjang, dimulai sore hari pukul 15.00 WIB dengan musik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2013 sebagai pembuka, yang lalu dilanjutkan dengan kolaborasi musik etnik lokal dan jazz, yang bakal mencapai puncak dengan penampilan Trio Lestari.

Anas menambahkan, pariwisata dengan balutan event menjadi salah satu jurus Banyuwangi untuk menggenjot sektor pariwisata. ”Melalui pariwisata dengan balutan event seperti jazz pantai, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) September lalu, atau pertunjukan kolosal seribu penari gandrung akhir November nanti, dampak positifnya ke daerah cukup banyak,” kata Anas.

Dia mencontohkan terjadinya peningkatan perputaran ekonomi saat event dan pasca-event dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. ”Event pariwisata juga menjadi alat pemasaran untuk memperluas destination life-cycle sehingga daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata. Selepas menikmati event, wisatawan juga bakal timbul minat untuk menjelajah ke destinasi lain seperti Kawah Ijen atau Pantai Pulau Merah di Banyuwangi,” tuturnya. [jppn/tir/foto:istimewa]

comments powered by Disqus