"Bali Not For Sale", Kepedulian Pada Sawah dan Petani Bali

Jumat, 19 Juli 2013

​Superman Is Dead, Navicula serta beberapa band asal Bali lainnya akan tampil dalam acara "Bali Not For Sale", sebuah perhelatan yang diadakan untuk menyuarakan kepedulian kepada sawah dan petani Bali.

Kegiatan ini digagas oleh beberapa komponen pemuda di Bali yang peduli akan nasib petani dan lahan-lahan sawah di Bali. Perhelatan ini juga diadakan sebagai sebuah gerakan moral untuk menyuarakan kepedulian yang lebih tinggi terhadap lahan-lahan pesawahan di Bali yang masih tersisa, termasuk memuliakan lagi profesi petani, mereka yang selama ini menjadi ujung tombak pelestarian peradaban budaya agraris Bali. 

Perlu diketahui, sawah adalah salah satu penopang industri pariwisata di Bali karena sawah merupakan objek yang disukai oleh wisatawan yang berkunjung ke Bali selama ini. Namun kini tercatat setiap tahun kurang lebih 1.000 hektar lahan sawah beralih fungsi, dan berpindah tangan kepemilikannya kepada pihak luar.

“BALI NOT FOR SALE” akan dilangsungkan di areal pesawahan desa Junjungan, Jl. Sriwedari, Kecamatan Ubud, Gianyar sepanjang hari Minggu, 21 Juli 2013, mulai dari pukul 07:00 pagi sampai jam sembilan malam. Acara ini terbuka untuk umum dan semua pengunjung yang hadir tidak dikenai biaya.

Beberapa kegiatan yang akan berlangsung diantaranya: Telusur sawah bersama-sama masyarakat umum dan wisatawan, bersepeda di sepanjang jalan Sri Wedari Ubud, pameran kartun oleh Bobog Kartun di Luden House, pameran lelakut oleh seniman Sangar Dewata Indonesia dan anak-anak desa Junjungan binaan Komunitas Anak Alam di pesawahan Junjungan, pemutaran film dokumenter lingkungan, dan akan ditutup dengan konser musik di tengah sawah yang akan dimulai pukul 16:00 WITA (sore).

Musisi-musisi yang akan tampil dalam konser ini antara lain :

  • Superman Is Dead
  • Navicula
  • Postmen
  • Jacknife Blues
  • Garden grove
  • Pride Of Lion
  • Nosstress
  • The Bullhead
  • Dadang “Pohon Tua” Pranoto
  • Jojo Broken Rose
  • Goldvoice
  • Geekssmile
  • Gus Teja

Selain itu di lokasi acara juga akan ada stand linkungan dari Walhi Bali, Eco Defender, penjualan beras organik hasil petani-petani Bali, dll.

Diharapkan kegiatan ini dapat memunculkan kesadaran semua pihak akan pentingnya sawah dan petani. Semua komponen masyarakat Bali seperti pemerintah, swasta, institusi pendidikan, dan masyarakat umum agar segera mengambil sikap dan tindakan-tindakan terbaik penghentian konversi lahan sawah yang berlebihan ini, dan diharapkan ada sebuah gerakan kesadaran bersama yang lebih kongkrit dalam rangka penyelamatan nasib Pulau Bali di masa depan. Khususnya yang terkait dengan lahan pertanian, tata kelola ruang, tata kelola sumber air, sehingga pariwisata dapat bertumbuh berkesinambungan dan berpihak sebesar-besarnya terhadapat masyarakat kelas bawah dalam hal ini petani, dan lingkungan. (pr/bug)

comments powered by Disqus