Merayakan Tujuh Belas Tahun Bersama Dalam Kegembiraan

Selasa, 23 Oktober 2012
Merayakan Tujuh Belas Tahun Bersama Dalam Kegembiraan

David, emil, pepeng dan jarwo
bermain bersama
didalam satu band
tahu kah kamu nama band nya?

Berawal dari tujuan "mulia" hendak mengerjakan tugas kuliah bersama, beberapa orang mahasiswa tingkat satu kelas pendidikan dasar Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta bergantian menginap di rumah teman. "David" Bayu Danang Jaya , Franki "Pepeng" Indrasmoro Sumbodo, dan Fajar "Jarwo" Endra Taruna adalah beberapa di antaranya yang kemudian malah "terjerumus" bermain gitar dan bernyanyi-nyanyi semalam suntuk daripada mengerjakan tugas.

Buntut dari keisengan membuat berkembang pada seringnya menyewa studio untuk latihan dan menyanyikan lagu buatan mereka. David, Pepeng, dan Jarwo yang bertahan dari formasi awal kemudian menyertakan Mohammad "Emil" Amil Hussein dan Chandra Wirawan Sukardi. Mulailah mereka unjuk gigi di kampus dengan mengusung nama NAIF dan menghasilkan lagu-lagu lain. 22 Oktober 1995 ditetapkan sebagai kelahiran NAIF.

Setelah mencapai usia sewindu, Chandra memutuskan berpisah dengan NAIF. Personil yang ada memutuskan untuk tetap berjalan untuk mewarnai belantika musik Indonesia dengan karya idealis ala Naif. Dan kini telah 17 tahun NAIF tetap konsisten menelurkan karyanya.

Sebuah perayaan sederhana bertajuk 17th anNAIFersary David, Pepeng, Emil & Jarwo Bermain Bersama Di Dalam Satu Band digelar di Hard Rock Cafe Jakarta pada Senin (22/10/2012). KawaNAIF berbondong-bondong datang untuk bersama-sama bergembira merayakan grup band yang telah menghasilkan 10 album ini.

Di awal penampilan, David yang biasanya tampil "gila" terlihat emosional. Ini berimbas pada penampilannya yang lebih kalem. Tentu "kalem" dengan ukuran standar David. "Gue benci kalau seperti ini. Bukan gue banget nih," aku David sambil menahan haru. Dua lagu pembuka, "Piknik 72" dan "Jikalau", disambar oleh KawaNAIF dengan bernyanyi bersama karena David lebih memilih terdiam. Emosional.

Tapi jangan tanya satu jam setelahnya. Keran "kegilaan" David akhirnya terbuka lebar dan "mengucur" dengan derasnya. Celotehan khasnya mulai bertebaran. Dilengkapi pula dengan aksi panggung gila-gilaan. Gerakan ala Elvis Presley. Hingga mengusili Jarwo yang tengah memainkan gitar. Sampai tiduran di panggung. Di lagu "Ajojing" David bahkan turun dari panggung menghampiri penonton untuk mengajak berajojing alias bergoyang bersama. KawaNAIF bersama-sama membopong David untuk dikembalikan ke atas panggung.

NAIF bermain dengan lepas. Tidak ada persiapan berupa repertoar lagu yang sudah disusun rapi. Melainkan memainkan lagu apa saja yang diminta oleh kawaNAIF pada saat itu juga. Alhasil teriakan-teriakan lagu yang ingin dibawakan memenuhi Hard Rock Cafe Jakarta. Termasuk pula lagu-lagu yang jarang NAIF bawakan. Tak heran bila kesalahan memainkan nada sampai kekhilafan lirik menjadi hal lumrah. Gelak tawa kerap menghiasi.

Dengan bebasnya pula David mengucapkan rasa terima kasihnya mewakili rekan-rekannya kepada siapa saja yang telah mendukung NAIF selama ini. "Tanpa kalian semua, kami tidak akan ada artinya," ucap David sambil bersenandung. KawaNAIF pun tentu berterima kasih atas karya-karya apik yang telah dihasilkan NAIF.

"Mobil Balap" yang menjadi lagu pertama memperkenalkan NAIF pada belantika musik Indonesia didapuk sebagai pamungkas konser penuh keceriaan ini. Tak terasa 32 lagu telah dikebut selama durasi hampir tiga jam yang nyaris menyentuh pukul satu malam.

Teruslah melaju kencang di "sirkuit" musik indonesia. Mobil balap NAIF belum mencapai garis finish. Masih ada banyak tantangan untuk menghasilkan kembali lebih banyak karya di tahun-tahun berikutnya.

[Yose/IT/foto:Yose] 

comments powered by Disqus