Memperingati Kemerdekaan Dengan Konser Kemerdekaan

Selasa, 4 September 2012
Memperingati Kemerdekaan Dengan Konser Kemerdekaan

Kalau bisa menjawab dengan jujur, lagu-lagu perjuangan atau wajib nasional apa saja yang masih Anda hafal dinyanyikan? Generasi era 2000-an sempat disegarkan ingatannya oleh grup band Cokelat yang menggubah ulang beberapa lagu wajib nasional dengan balutan music rock dalam album Untukmu Indonesiaku. Tindakan mereka ini mendapat sambutan positif. Setelahnya lagu-lagu bernuansa patriotism dan cinta tanah air disenandungkan oleh Netral dengan “Garuda Di Dadaku”, Pee Wee Gaskins dengan “Dari Mata Sang Garuda”, serta “Selamanya Indonesia” gubahan grup Twentyfirst Night.

Untuk merayakan kemerdekaan sekaligus membangkitkan kembali patriotisme melalui aktivitas kesenian, digelarlah Konser Kemerdekaan Republik Indonesia 2012. Konser ini digelar atas kerjasama Yayasan Musik Sastra Indonesia, Yayasan Indonesia Lebih Baik, serta Indonesia Mengajar di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki pada 2 September 2012. Sederetan musisi ternama ikut terlibat, antara lain Aning Katamsi, Nyak Ina Raseuki, Kikan Namara, Vina Panduwinata serta RAN dan INDivo.

Purwacaraka bertindak sebagai conductor sekaligus music director. Nusantara Symphony Orchestra dengan 60 personel didukung oleh conductor tamu Addie MS dan Budi Utomo Prabowo serta dua conductor muda Michael Budiman dan Dini Pratiwi.

Yudi Tajudin selaku sutradara Konser Kemerdekaan 2012 meniadakan pembawa acara. Sebagai penggantinya dihadirkan Alex Komang sebagai narator membacakan narasi yang menjadi jembatan penghubung tiap repertoar yang akan dibawakan. Narasi indah tersebut berupa cuplikan-cuplikan dari tokoh-tokoh besar Indonesia seperti Soekarno, Hatta maupun Sutan Syahrir. Adalah Ugoran Prasad, vokalis Melancholic Bitch, yang menyusun narasi tersebut.

Dibuka dengan “Indonesia Raya” konser berlangsung dengan hikmat. “Gugur Bunga” mengalun indah dari tiupan terompet Eric Awuy. Kemudian dilanjutkan dengan Ray Jeffryn (tenor), Marthin Tupanno (tenor), Daniel Christianto (bariton) dan Harland Hutabarat (bass) yang tergabung dalam INDivo menyenandungkan “Syukur”. Penyanyi seriosa Ratna Kusumaningrum atau dikenal sebagai Aning Katamsi mempesona menyanyikan “Pantang Mundur” dengan kualitas vokal mumpuni.

Pianis yang dijuluki sebagai “one of the world’s leading pianists and has been at the forefront of championing new piano music” oleh Sydney Morning Herald, Ananda Sukarlan, kemudian tampil “memamerkan” kehandalannya. Dengan Addie MS sebagai conductor, jari-jari Ananda lincah menari di atas tuts piano membawakan komposisi “Warsaw Concerto” yang  aslinya ditulis oleh Richard Addinsell untuk film Dangerous Moonlight. Suasana semakin “meninggi” ketika dilanjutkan dengan variasi untuk piano dan orkestra “Sepasang Mata Bola”. Lagu karya Ismail Marzuki ini digubah oleh Yazeed Djamin menjadi komposisi megah sepanjang lebih dari 20 menit.

Paduan Suara Mahasiswa dan Alumni Institut Teknologi Bandung membuka bagian kedua Konser Kemerdekaan 2012 dengan “Zamrud Khatulistiwa” dengan Dini Pratiwi sebagai conductor perempuan termuda pertama. Dilanjutkan dengan “Indonesia Pusaka” oleh Andrea Miranda yang menyertakan permainan petikan harpa oleh Mesty Ariotedjo.

Ketika menyenandungkan “Rayuan Pulau Kelapa”, Nyak Ina Raseuki ditemani oleh denting sasando yang dipetik oleh warga Rote Ndao berbakat, Djitron Pah. Vokal indah Nyak Ina Raseuki kembali menyapa dengan lagu “Selendang Sutera” setelah sebelumnya hadir Kikan Namara, Andrea Miranda dan Sara Djojohadikusumo menyanyikan “Bengawan Solo”.

Sebuah lagu anak karya Ibu Sud pun turut dihadirkan. Tampilnya lagu berjudul “Ambilkan Bulan” ini menyiratkan bahwa music Indonesia membutuhkan kembali lagu-lagu untuk anak yang layak dinikmati sesuai usia anak. Maksudnya agar anak bisa “merdeka” dari lagu-lagu orang dewasa.  Sementara kecintaan terhadap Indonesia dilantunkan oleh Sang Burung Camar, Vina Panduwinata,  melalui “Cinta Indonesia” karya Guruh Soekarno Putra.

Dua lagu bertema penghormatan terhadap Sang Merah Putih mengantarkan ke akhir pagelaran. RAN membawakan “Berkibarlah Benderaku” dengan gaya dan music khas mereka. Setelahnya Kikan menjadi pamungkas dengan lagu “Bendera” yang pernah dibawakannya ketika masih bergabung dengan grup band Cokelat. Lagu karya Eross “Sheila On 7” Candra ini menghiasi pula film berjudul sama yang disutradarai oleh Nan Achnas.

Tema yang diangkat adalah kedaulatan dan kebhinnekaan. Diharapkan Konser Kemerdekaan Indonesia 2012 ini dapat menjadi oase atas situasi yang akhir-akhir ini digelayuti oleh kekerasan yang meninggalkan luka dan duka.

[Yose/IT/foto:Yose]

comments powered by Disqus