Ramadhan in Harmony

Pesan Perdamaian Melalui Alunan Nada

Minggu, 12 Agustus 2012
Pesan Perdamaian Melalui Alunan Nada

"Ridho Hafiedz, dari Negri Muslim Kailolo, dan saya, Glenn Freddly, dari Negri Kristen Tihulale," sapa Glenn memperkenalkan dirinya. Penonton yang memadati Plennary Hall Jakarta Convention Center pada Sabtu, 11 Agustus 2012, malam, kontan menyambut meriah sapaannya. Glenn kemudian menjelaskan makna Pela Gandong yang mengikrarkan bahwa Islam dan Kristen adalah kakak adik alias satu darah bersaudara. Simbol-simbol agama dan kepercayaan kemudian menyeruak di latar belakang panggung. Tak lupa Glenn menegaskan pentingnya persatuan. Lirik "Damai Bersama-Mu" seolah menjadi penegasan harapan Glenn dan setiap orang, bahwa jangan sampai perdamaian pergi menghilang.

Pesan damai tersebut dilontarkan di perhelatan Ramadhan In Harmony. Venusa Production bersama Yayasan Addawah menyelenggarakan acara tersebut untuk menyebarkan pesan untuk menghargai perbedaan. Meski mengusung tema ramadhan, bukan menjadi batasan hanya melibatkan musisi muslim. Melalui musik, apa pun kepercayaan yang dianut, semua dapat terlibat dan perdamaian bisa diraih. Seperti apa yang dikutip dari Kahlil Gibran "Music opens the secret of life bringing peace, abolishing strife."

Erwin Gutawa didaulat untuk "mendamaikan" 75 orang dalam orkestra serta 60 orang dalam Impromptu Choir. Kidung rohani tentang agama dan ketuhanan dalam berbagai penafsiran lirik dibawakan. Rossa berserah diri menikmati keajaiban "Peristiwa Subuh". Marcell mengungkapkan makna pertobatan dan mengharap kasih Tuhan dalam lagu "Kembalilah" serta "Damba Cinta-Mu" dengan visual kutipan Alquran surat Al-Maidah dan At-Tahrim. Gita Gutawa mengumandangkan "Ummi" tentang cinta Ibu serta panduan "Jalan Lurus" dalam kehidupan. Dira Sugandi dengan karakter vokal khasnya menyerukan tentang kebesaran Tuhan. Sentuhan rock berpadu dengan orkestra ketika GIGI hadir. Armand Maulana tetap tampil atraktif serta penuh penghayatan ketika menyanyi. Bimbo yang memamerkan harmonisasi dan keteduhan suara Sam, Acil dan Jaka dalam lagu "Warisan" serta medley "Rindu Rasul" dan "Sajadah Panjang".

Jay Subiyakto menghiasi latar belakang panggung dengan berbagai visual indah. Tata visual menunjukkan kekayaan khazanah budaya Indonesia. Koreografer Hartati Swarna Dwipa menampilkan tarian dengan judul "Allahumma" yang menyiratkan pujian dan menyembah Tuhan Sang Pencipta.

Sementara nilai-nilai lokal pun tak luput untuk dilibatkan. Selain tarian Pela Gandong dari Maluku, kebudayaan angklung dari Jawa Barat pimpinan Obby A.R turut pula menyumbangkan indahnya alunan musik bambu. Suasana syahdu menyelimuti ketika suara azan dikumandangkan oleh tujuh orang secara serempak. Hal tersebut di Cirebon dikenal sebagai Azan Pitu atau azan tujuh. Merupakan tradisi di Masjid Sang Cipta Rasa yang dibangun oleh Sunan Gunungjati di sebelah barat alun-alun Keraton Kesepuhan Cirebon. Tradisi tersebut sudah berlangsung selama lima abad.

Ramadhan in Harmony bertujuan mulia menampilkan wajah kehidupan agama yang damai, penuh toleransi dan harmoni lewat berbagai atraksi budaya milik negeri ini. Perbedaan dalam nada bila bersatu dalam harmoni tentulah indah terasa. Ebony And Ivory, Live Together In Perfect Harmony, Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord, Why Don't We? We All Know, That People Are The Same Where Ever We Go, There Is Good And Bad In Ev'ryone, We Learn To Live, We Learn To Give Each Other What We Need To Survive Together Alive (Ebony and Ivory - Paul McCartney dan Stevie Wonder)

[Yose/IT/foto:Yose]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini