Dari Dira Sugandi Untuk Para Lady Jazz

Minggu, 24 Juni 2012
Dari Dira Sugandi Untuk Para Lady Jazz

Roda waktu di At America Pacific Place Jakarta mendadak serasa kembali berputar ke masa lalu. Tepatnya ke era tahun 30 sampai dengan 60-an. Lagu-lagu jazz dengan berbagai jenis subgenre mengisi ruangan kecil yang dipenuhi oleh banyak hadirin. Ya, pada Sabtu, 23 Juni 2012, malam, diadakan sebuah pagelaran musik dengan membawakan lagu-lagu yang pernah dinyanyikan oleh para legenda jazz, khususnya wanita. Adalah Dira Sugandi yang didaulat untuk menyanyikannya. Di belakangnya ada Indra Perkasa (bass), Indra Dauna (terompet), Indra Aziz (saxophone), Yohanes Radianto (gitar), Dhani Syah (piano) dan Elfa Zulham (drum) yang setia mengiringi.

Tribute to Lady Jazz adalah tajuk acara malam itu. Penonton diantar ke era 30-an dengan sebuah instrumental berjudul "Let's Fall In Love" yang aslinya digubah oleh Harold Arlen dan Ted Koehler pada tahun 1933. Kemudian dibawakan ulang oleh Ella Fitzgerald  yang masuk dalam album Ella Fitzgerald Sings Sweet Songs for Swingers tahun 1959. Pemain band memainkan sambil mengiringi Dira menaiki panggung. "I Only Have Eyes For You" yang pernah dinyanyikan oleh penyanyi dengan julukan First Lady of Song, Queen of Jazz, dan Lady Ella, yang tak lain adalah Ella Fitzgerald, menjadi lagu pembuka Dira menyapa penonton.

Lagu yang dipilih oleh Dira didominasi oleh lagu yang pernah dinyanyikan oleh Ella. "Wave", "Tenderly" dan "Here's That Rainy Day" adalah beberapa di antaranya. Tidak hanya lagu, Dira pun mengutip quote atau kata-kata Ella yang menurutnya mempunyai pesan positif. Sepanjang pentas, tak hanya menyanyi, tapi juga berdialog dengan penonton dan berbagi pengalaman hidupnya.

Berbicara tentang sebuah lagu lawas, wajar bila ada banyak versi dari lagu tersebut. Bukan hanya oleh penyanyi wanita namun juga pria. Namun Dira sepertinya lebih menganggap bahwa lagu-lagu yang dibawakannya adalah milik penyanyi jazz wanita. "How High The Moon" selain dibawakan oleh Ella juga pernah disuarakan Sarah Lois Vaughan pada tahun 1957. Begitu pula "Honeysuckle Rose" pernah dinyanyikan oleh Ella dan Marlene Dietrich.

Irama samba menyentuh telinga ketika "Brigas Nunca Mais" dikumandangkan. Dira memperkenalkan lagu tersebut pernah dibawakan oleh Astrud Gilberto yang lebih terkenal dengan "Girl From Ipanema". Versi lainnya adalah milik Marlene Dietrich. Dira lebih memilih untuk tidak membawakan "Girl From Ipanema", karena "bosan ah, udah biasa," ujarnya sambil tertawa.

Melalui jaringan sosial twitter, seseorang meminta Dira untuk memilih salah satu lagu untuk dibawakan. Keduanya adalah lagu yang dinyanyikan oleh Eleanora Harris alias Billie "Lady Day" Holiday, yaitu "God Bless The Child" atau "Georgia In My Mind". Dira pun memilih lagu kedua yang juga dipopulerkan oleh Ray Charles dan Ella Fitzgerald. Nada tinggi dan panjang pun dijangkau dengan indahnya tanpa hambatan.

Sentuhan harmonika mengalun dari tiupan Erga Dauna di lagu "Here's That Rainy Day". Kemudian dilanjutkan alunan bossa di lagu "Litte Boat". Selain Ella, Arethe Franklin dan Etta James pun pernah mempopulerkan lagu berikutnya yang dinyanyikan Dira, "At Last". At last, my love has come along...My lonely days are over...And life is like a song...Oh, yeah, at last... lirik yang indah, hingga tak heran bila Celine Dion, Beyonce dan Mariah Carey pun jatuh hati untuk membawa ulang lagu tersebut dengan versi mereka sendiri.

Dira kemudian mengakhiri pentas dengan nuansa swing di lagu "How High the Moon" sebelum silam dari panggung. Akhirnya roda waktu kembali ke masa kini setelah Indra Perkasa, Indra Dauna, Indra Aziz, Dhani Syah dan Elfa Zulham menutup Tribut to Lady Jazz dengan kembali memainkan sekelumit "Let's Fall In Love".

[Yose/IT/foto:Yose]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini