Kisah Habib Husein Muthahar dan Lagu "Hari Merdeka"

Rabu, 19 Agustus 2015

Selama ini kita hanya mengenalnya sebagai H. Muthahar, pencipta puluhan lagu wajib nasional. Ternyata beliau adalah seorang habib. (Menurut garis keturunan keulamaan, sebutan Habib berarti masih keturunan Rasulullah SAW). Nama lengkapnya adalah Habib Muhammad Husein Muthahar, paman dari Habib Umar Muthahar Semarang. Beliau juga dikenal sebagai penyelamat bendera pusaka asli (saat Agresi Militer Belanda II) dan pendiri Paskibraka.

Habib Muhammad Husein Muthahar adalah seorang komponis lagu Indonesia yang hebat. Dia telah menghasilkan ratusan lagu Indonesia, seperti lagu nasional Hari Merdeka, Hymne Syukur, Hymne Pramuka, Dirgayahu Indonesiaku, juga lagu anak2 seperti Gembira, Tepuk Tangan Silang-silang, Mari Tepuk & lain-lain.. Lagu Hari Merdeka & Hymne Syukur adalah salah satu lagu fenomenal yg diciptakan olehnya.

Terkait penciptaan lagu Hari Merdeka, ada satu cerita yang menarik. Ternyata inspirasi lagu Hari Merdeka ini muncul secara tiba-tiba saat beliau sedang berada di toilet salah satu hotel di Yogyakarta. Bagi seorang komponis, setiap inspirasi tidak boleh dibiarkan lewat begitu saja. Beliau pun cepat-cepat meminta bantuan Pak Hoegeng Imam Santoso (Kapolri pada 1968–1971). Saat itu Pak Hoegeng belum menjadi Kapolri..

Sang Habib menyuruh Pak Hoegeng untuk mengambilkan kertas & bolpoin. Berkat bantuan Pak Hoegeng, akhirnya jadilah sebuah lagu yg kemudian diberi judul “Hari Merdeka”. Sebuah lagu yg sangat fenomenal & sangat terkenal yg banyak dinyanyikan oleh bangsa Indonesia, bahkan anak-anak pun sangat hafal & pandai menyanyikannya..

Berikut lirik lagu "Hari Merdeka" ciptaan Habib Muhammad Husein Muthahar:

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka Nusa & Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia Membela negara kita...

Selain “Hari Merdeka”, lagu berikut juga menjadi karya fenomenal beliau. Judulnya “Syukur”. Lagu ini tercipta dibuatnya pada tgl 7 September 1944 setelah menyaksikan banyak warga Semarang, kota kelahirannya, bisa bertahan hidup dengan hanya memakan bekicot. Berikut lirik lagunya:

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah Air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan

 

Tentang Habib Husein Muthahar

"Husein Mutahar", begitu nama latinnya, lahir di Semarang, Jawa Tengah pada tgl 5 Agustus 1916. Perjalanan pendidikan formalnya dimulai dari ELS (Europese Lagere School atau sama dgn SD Eropa selama 7 thn) , kemudian dilanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Ondewwijs atau sama dgn SMP selama 3 tahun) & dilanjutkan ke AMS (Algemeen Midelbare School atau sama dgn SMA selama 3 thn) Jurusan Sastra Timur khususnya Bahasa Melayu, di Yogyakarta. Kemudian beliau melanjutkan ke Universitas Gajah Mada dgn mengambil Jurusan Hukum &;Sastra Timur dgn khusus mempelajari Bahasa Jawa Kuno. Namun perkuliahannya hanya 2 thn, drop out (DO) karena harus ikut berjuang.

Habib Husein Muthahar terlibat Pramuka sejak awal lembaga kepanduan berdiri. Beliau adlh salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yg berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Habib Husein Muthahar juga menjadi tokoh di dalamnya.

Dalam kehidupan berorganisasi, Habib memiliki sejumlah pengalaman, diantaranya :

  1. Ikut mendirikan & bergerak seb pemimpin Pandu serta menjadi anggota Kwartir Besar Organisasi Persatuan & Kesatuan Kepanduan Nasional Indonesia "Pandu Rakyat Indonesia", 28-12-1945 s/d 20-5-1961.
  2. Ikut mendirikan & bergerak seb Pembina Pramuka, duduk seb anggota Kwartir Nasional Gerakan Pramuka & Andalan Nasional Urusan Latihan 1961-1969.
  3. Sekjen Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka 1973-1978, & anggota biasa 1978-2004.

Habib Muhammad Husein Muthahar, juga mantan duta besar Italia ini. Dia  meninggal dunia di Jakarta tgl 9 Juni 2004 di usia 88 tahun. 


Catatan :
Disarikan dari Departemen Komunikasi & Informasi BAMUS BETAWI.

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini