Denny Sakrie dan Musik

Jumat, 9 Januari 2015

Saya memang belum terlalu mengenal Denny Sakrie secara personal. Lewat sosial media biasanya kami saling bertegur sapa. Status atau komentarnya tentang musik di laman facebook-nya selalu menarik perhatian saya. Apalagi saat Denny memamerkan koleksi CD dan vinyl-nya yang lengkap dengan tandatangan sang idola, sekaligus dia berpose bersama sang idolanya itu. Sungguh ini pemandangan yang bikin banyak orang ngiri sama Denny sakrie, apalagi saya. :)

Selain sebagai kolektor, ulasan Denny tentang musik sangat  tajam dan detil. Saya mengikuti "petualangan" Denny sejak tahun 2000, saat itu saya menjadi salah satu pengelola situs musik tembang.com (kini situsnya sudah tidak aktif). Bisa dibilang ulasan Denny tentang musik menjadi  referensi saya untuk menulis. Dan sudah pasti, data-data yang saya miliki kalah jauh dengan data yang dimiliki Denny yang cukup lengkap. Saya bisa memaklumi karena kiprah Denny di dunia per-musikan sudah lebih awal dari saya.Tahun 1988 Denny sudah menjadi music director, sementara saya baru SMP dan hanya penyuka musik dari band jaman itu seperti Bon Jovi, Twisted Sister, Kiss, Stryper, Iron Maiden dan masih banyak lagi.


Sejak mengenalnya via dunia maya, saya mengikuti apa yang Denny lakukan di dunia maya. Karena kadang Denny share ilmunya pada group socmed dan biasanya lebih detil, sekaligus saya menyimak komentar dari para "suhu", yang juga pelaku (musisi). Beberapa group  yang Denny ikuti diantaranya, Komunitas Pecinta Musik Indonesia (KPMI), Museum Musik Indonesia, dan Komunitas Fanstastic Fariz RM.
 

Oleh karena itu, pengetahuan luas  Denny tentang musik hingga kini mungkin masih belum ada yang menandingi. Sejalan dengan itu, saya, yang juga suka musik, mengambil  jalan lain sebagai pengulas lagu dan album. Ya, saya cukup nyaman dengan ini. Selain dengan keterbatasan pengetahuan saya tentang sejarah musik Indonesia, juga karena pada dasarnya saya menyukai seluruh genre musik, termasuk musik tradisional.

Denny yang juga mantan wartawan sebetulnya sangat paham dengan arti pentingnya data-data tentang musik Indonesia. Banyak informasi yang berseliweran tentang musik yang tidak banyak mengetahuinya, dan  Denny membagikannya melalui tulisan termasuk dalam blog pribadinya  http://dennysakrie63.files.wordpress.com, dan saya pun menjadi pembaca setia blog Denny.

Dalam satu kesempatan, pertengahan tahun lalu saya sempat menyapa Denny lewat facebook tentang rencana buku yang akan dibuatnya. "Insya Allah Agustus ini mas akan diterbitkan" katanya. Saya pun mengikrarkan diri sebagai pembeli pertamanya, sekaligus saya bilang kepada Denny akan membeli beberapa eksemplar untuk toko musik yang sedang saya rintis. Judul buku yang akan digarap Denny adalah "100 Tahun Musik Indonesia".  

Menjelang akhir tahun saya menanyakan kembali tentang buku itu,  namun Denny belum bisa Mengkonfirmasi kapan persisnya buku itu akan diterbitkan. Karena kesibukannya dan mungkin banyak pihak yang menanyakan, Denny belum menjawab pertanyaan saya itu.

Saya dapat memahami kesibukan Denny dalam keseharian. Akhir-akhir  ini Denny sering sekali muncul dalam media tanah air sebagai narasumber. Tidak hanya itu, Denny juga sempat posting tentang dirinya yang sedang didaulat menjadi juri dan penasehat (advisor) beberapa band  atau musisi yang akan menggelar konser. Terakhir Denny menjadi supporter bakal hadirnya penyanyi  Lenny Kravitz.

Menjelang kepergian Denny, tanggal 2 Januari 2015,  dia sempat memposting quote dan foto   mendiang  pendiri apple, Steve Jobs; "If today were the last day of my life, would I want to to what I'm about to do today".   Entah, apa yang ada dipikirkannya saat itu. Karena publik, termasuk saya   menangkapnya sebagai sesuatu yang biasa saja.

Siang itu, tanggal 3 Januari 2015 Denny dipanggil Yang Kuasa untuk selama -lamanya. Sudah pasti semua dibikin kaget. Saya mendapat cc dari seorang kawan lewat akun twitter tentang kabar meninggalnya Denny. Setengah tidak percaya, namun setelah dikonfirmasi semuanya benar. Denny meninggal karena serangan jantung.

Dunia musik Indonesia sangat kehilangan Denny. Wall maupun twitternya Denny juga dibanjiri ucapan dari berbagai kalangan. Tidak hanya musisi, pelaku dunia hiburan, juga termasuk politisi dan petinggi negara ini.

Totalitas Denny di dunia musik menjadikan  dia dikenal banyak pihak. Denny menulis, mendengar, mengkoleksi dan rajin membagikan ilmunya. Meski ada beberapa PR nya yang belum tuntas, Denny sudah meninggalkan jejak penting bagi pengetahuan tentang musik populer.  Dan saya yakin akan banyak kawan-kawannya Denny yang akan meneruskan rencananya yang tertunda. "Den...gw akan maksimal bantu nuntasin kerjaan2 elo" ujar Hikmat Darmawan, salah seorang sahabatnya lewat status FB-nya.  Kabarnya Denny dan  Hikmat sempat kongkow bareng berdiskusi tentang rencana pembuatan kartun musik.

Selamat jalan sobat, rencanamu pasti akan banyak yang meneruskan...

[lysthano/foto:koleksi DennySakrie]

comments powered by Disqus