Geliat Musik Cadas Kota Bengawan : Sebuah Catatan tentang Scene Musik Rock Kota Solo [bag 3/Selesai]

Geliat Musik Cadas Kota Bengawan : Sebuah Catatan tentang Scene Musik Rock Kota Solo [bag 3/Selesai]

Era 2000an juga menjadi saksi lahirnya sebuah event pertunjukan rock/metal besar di kota Solo. Pada tahun 2004 beberapa individu yang terlibat di Down For Life mulai bergerak membentuk wadah event organizer untuk menggelar acara – acara musik
Mengenali Potensi Musik Indonesia di Pasar Dunia*

Mengenali Potensi Musik Indonesia di Pasar Dunia*

Dari perbincangan dengan beberapa tokoh musik Indonesia yang pernah berpentas di luar negeri, inti permasalahannya selalu sama. Mereka masih kesulitan mendapatkan dana agar bisa mendapat kesempatan manggung di luar neger.
Geliat Musik Cadas Kota Bengawan : Sebuah Catatan tentang Scene Musik Rock Kota Solo [2]

Geliat Musik Cadas Kota Bengawan : Sebuah Catatan tentang Scene Musik Rock Kota Solo [2]

Pada awal 90an ada dua band metal besar yang mampir di Indonesia yaitu Sepultura pada tahun 1992 dan Metallica pada 1993. Hadirnya dua band papan atas tersebut semakin mamicu naiknya pamor metal yang sebelumnya memang sudah mulai mewabah di kota – kota di Indonesia, termasuk Solo. Seiring dengan itu pula
Geliat Musik Cadas Kota Bengawan : Sebuah Catatan tentang Scene Musik Rock Kota Solo [1]

Geliat Musik Cadas Kota Bengawan : Sebuah Catatan tentang Scene Musik Rock Kota Solo [1]

Kesan apa yang biasanya mampir di benak kita jika mendengar nama Solo? mungkin orang akan banyak yang menjawab "timlo", "nasi liwet", "batik Solo", "keraton" dan identitas – identitas kota Solo lainnya. Sama sekali tak muncul kata “rock” atau “metal” jika orang berpikir tentang Solo. Wajar, karena jika mengamati dinamika pergerakan musik rock
Hati-Hati, Popularitas Selarik Dengan Kenistaan

Hati-Hati, Popularitas Selarik Dengan Kenistaan

KETIKA kehormatan bersumber dari atribut dan keterkenalan, maka distansi antara kemuliaaan dengan kehinaan, hanya terpisahkan oleh selapis tabir yang teramat tipis. Kehormatan diri, hanya berjarak selangkah dengan kenistaan.
Menjadi Musisi Yang PROGRESIF REVOLUSIONER

Menjadi Musisi Yang PROGRESIF REVOLUSIONER

BEBERAPA TAHUN silam, kalo kamu mengatakan istilah progresif revolusioner, selain bakal dibuntuti intel [sukur-sukur tidak diculik], juga langsung dicap pengikut aliran kiri, haluan sosialis komunis. Menggelikan memang, kalau penguasa waktu itu begitu “takut” dengan istilah-istilah yang tampaknya ‘sangar’ tapi sebenarnya masuk akal.
Sehebat Apapun Skill-mu, Jangan Pernah Sok!

Sehebat Apapun Skill-mu, Jangan Pernah Sok!

Menjadi musisi adalah cita-cita, sama seperti keinginan menjadi dokter, insinyur atau presiden misalnya. Karena berada di area musikal, sangat memungkinkan pencipta dan pendengarnya menghadirkan sensasi dan ‘orgasme’ yang berbeda.
Fanatisme Dalam Musik Itu BODOH

Fanatisme Dalam Musik Itu BODOH

So, musik memang lahir dari kehidupan kita yang paling hakiki. Kembali mengutip pernyataan mas Yockie, musik adalah agama tak bertuhan. Begitu?
Cara Pintar Biar Nggak KEJEBLOS Ketika Bikin Label Rekaman

Cara Pintar Biar Nggak KEJEBLOS Ketika Bikin Label Rekaman

ENTAH mengapa, belakangan ini keinginan saya untuk membaca buku-buku yang berhubungan dengan industri musik begitu menggebu. Repotnya, mencari rilisan lokal seperti mencari jarum di pantai. Susahnya minta ampun.
6 Alasan Band Daerah "Nyerah" di Jakarta

6 Alasan Band Daerah "Nyerah" di Jakarta

Gengsi? Malu kembali asal? Atau karena sudah jadi star yang biasa dipuja? Kalau memang menemukan musisi, band, penyanyi atau produser yang begitu, lebih baik belikan dia cermin dan minta dia untuk berkaca