AGNES MONICA - SACREDLY AGNEZIOUS


Secara keseluruhan, album ini memang kaya sound dan tentunya kaya kekuatan vokal Agnes. Penyanyi berusia 22 tahun itu sekali lagi membuktikan bahwa dirinya mampu bermain dalam segala beat.

Sacredly Agnezious : Agnes Monica Kembali Unjuk Gigi

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk jeda album. Sedikit riskan memang mengingat telinga pasar musik tanah air dijejali begitu banyak musik baru. Salah strategi malah bisa membuat sang penyanyi atau musisi 'terlupakan'. Namun tampaknya hal itu tak berlaku bagi Agnes Monica.

Penyanyi berusia 22 tahun itu baru saja menelurkan album ketiganya yang diberi tajuk "Sacredly Agnezious". Berselang hampir tiga setengah tahun dari album kedua "Whaddup A'..?!", Agnes malah berhasil membuat penggemarnya rindu dan kembali dengan karya yang cukup menggebrak.

Sebelum album terbarunya dirilis secara full pada 1 April 2009, dua single telah lebih dahulu diluncurkan di tahun 2008 silam. "Matahariku" yang mellow dan "Godai Aku Lagi" yang menghentak, sukses mencetak hits. Agnes sekali lagi membuktikan bahwa dirinya mampu 'bermain' dalam segala beat.

Oke, sekarang mari menelaah tembang lainnya dalam "Sacredly Agnezious". Penulis coba membagi album ini menjadi beberapa kategori.

Pertama, mellow. Single ketiga berjudul "Teruskanlah" termasuk dalam kategori ini bersama "Coz I Love You" dan "Rapuh". Ketiganya menonjolkan kekuatan vokal Agnes dengan sound yang minimalis. Yang sedikit berbeda adalah dalam lagu "Coz I Love You" dimana suara Agnes terdengar lebih tipis dan tak terlalu 'berteriak'. Lebih nikmat di telinga.

Yang kedua adalah R&B. Kali ini Agnes yang juga bertindak sebagai produser benar-benar meracik musik Ryhthm and Blues secara apik. Ada yang full synthesizer lewat lagu "Hanya Menunggu", Ada yang ornamen musiknya ramai ala orkestra dalam "A.G.N.E.Z", dan ada pula yang disisipi musik khas Bali serta dibuat megah seperti lagu berjudul "Shake it Off".

Yang ketiga berikut ini cukup menarik. Bolehlah kita kategorikan sebagai musik rock. Dalam lagu "Janji-Janji", penulis merasa 'menemukan' Agnes yang berbeda. Musik yang mengusung konsep band dan nge-rock, berpadu apik dengan vokal mantan penyanyi cilik itu yang memang powerfull.

Terakhir dan paling menyita perhatian penulis ialah tembang berjudul "Berlebihan". Entah akan disebut sebagai kategori apa. Tak mellow, namun hadir dengan beat slow dan melantun. Dalam lagu ini suara Agnes terdengar sangat santai, tak memforsir kemampuan vokalnya. Enak sekali, barangkali karena mulai sedikit bosan dengan lengkingan yang merajalela. Sound gitar dan mood ala lagu-lagu milik John Mayer, terasa menambah keindahan lagu ini. Pas, tak kurang tak berlebihan pula seperti judulnya.

Secara keseluruhan, album "Sacredly Agnezious" ini memang kaya sound dan tentunya kaya kekuatan vokal Agnes. Tak rugilah membeli album atau mengunduh nada sambungnya... (mag)